%D 2018 %T Pengembangan Instrumen Asesmen Berbasis Literasi Sains tentang Materi Sistem Pencernaan Makanan, Zat Aditif, dan Zat Adiktif untuk SMP %A Yuni Rosa Lina %I Universitas Negeri Padang %L repounp44232 %X Keberhasilan dalam pendidikan IPA dapat dilihat dari pencapaian literasi sains peserta didik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik di Kota Padang berada pada kategori rendah. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran belum sepenuhnya mendukung kepada pengembangan kemampuan literasi sains peserta didik terutama pada pengembangan instrumen asesmen pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen asesmen berbasis literasi sains tentang materi sistem pencernaan makanan, zat aditif, dan zat adiktif untuk SMP. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap investigasi awal (preliminary phase), tahap pengembangan atau pembuatan prototype (development or prototyping phase), dan tahap penilaian (assessment phase). Subjek penelitian terdiri dari 47 orang peserta didik SMP Negeri 1 Padang dan validator terdiri dari 3 orang dosen FMIPA UNP. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, telah dihasilkan produk berupa instrumen asesmen berbasis literasi sains tentang materi sistem pencernaan makanan, zat aditif, dan zat adiktif untuk SMP yang valid secara logis dan empiris, praktis, reliabel, mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi dan daya pembeda yang baik. Instrumen asesmen literasi sains yang dikembangkan melalui validasi logis dinyatakan valid dengan rata-rata nilai validasi 80,42% dan valid menurut validitas empiris sebanyak 70,69%. Hasil uji praktikalitas menyatakan praktis dengan rata-rata nilai 81,70%. Reliabilitas instrumen asesmen literasi sains menunjukkan kategori sangat tinggi dengan nilai reliabilitas 0,91 untuk soal pilihan ganda dan 0,71 untuk soal majemuk, sedangkan 0,36 untuk soal uraian. Tingkat kesukaran soal bervariasi dan memiliki daya pembeda yang baik