<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan Menggunakan LKS terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII dalam Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP N 2 Payakumbuh</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Adika</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Berdasarkan penelitian penulis ke SMP N 2 Payakumbuh terdapat berbagai&#13;
permasalahan dalam kegiatan PBM pada mata pelajaran Teknologi Informasi&#13;
Dan Komunikasi yang muncul karena kurangnya keaktifan dari diri siswa&#13;
sendiri atau mungkin siswa jenuh dengan strategi yang dipakai oleh guru&#13;
selama ini. Penggunaan model yang monoton dapat mempengaruhi motivasi&#13;
siswa untuk belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi, akibatnya hasil&#13;
belajar siswa masih rendah.&#13;
Dalam mengatasi hal tersebut maka digunakanlah metode pembelajaran&#13;
yang diterapkan adalah model pembelajaran Creative Problem Solving ( CPS )&#13;
dengan menggunakan LKS. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh&#13;
penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan&#13;
menggunakan LKS terhadap hasil belajar siswa kelas VII dalam mata pelajaran&#13;
Teknologi Informasi dan Komunikasi.&#13;
Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimen.&#13;
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP N 2 Payakumbuh&#13;
yang terdaftar tahun pelajaran 2010 / 2011 yang terdiri dari 7 kelas yaitu kelas&#13;
VII.1- VII.7. Dalam penelitian ini penarikan sampel dilakukan dengan teknik&#13;
Purposive Sampling terhadap siswa kelas VII di SMP Negeri 2&#13;
Payakumbuh.Teknik pengumpulan data digunakan tes, berupa soal objektif&#13;
sebanyak 40 butir soal. Kemudian data diolah dengan uji perbedaan (t-test).&#13;
Hasil penelitian diperoleh nilai rata–rata kelompok eksperimen yang&#13;
menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving 71,77 dengan&#13;
standar deviasi (SD) 9,074 dan nilai rata-rata kelompok kontrol yang tidak&#13;
menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving 65,56 dengan&#13;
standar deviasi (SD) 8,65. Berdasarkan perhitungan t-test diperoleh t hitung 2,713&#13;
sedangkan t-tabel untuk taraf signifikan 0,05 adalah 2,000, sehingga t-hitung lebih&#13;
besar dari t-tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan penggunaan model&#13;
pembelajaran Creative Problem Solving berpengaruh terhadap hasil belajar siswa&#13;
pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dikelas VII SMP N 2&#13;
Payakumbuh.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Kurikulum Teknologi Pendidikan FIP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>