%A Annisa Ihsani %I Universitas Negeri Padang %T Pengembangan Multimedia pada Materi Virus Sesuai dengan Kurikulum 2013 untuk Siswa SMA Kelas X. %D 2014 %K MULTIMEDIA INTERAKTIF, MATERI VIRUS %L repounp44160 %X Materi virus merupakan salah satu materi biologi yang dipelajari siswa SMA kelas X dengan jumlah 2 kali pertemuan dan jarang diberikan ujian harian, hal ini dapat dilihat dari nilai ujian harian siswa kelas X SMAN 2 Padang tahun 2012 yang rendah pada materi virus dengan nilai rata-rata 59. SMAN 2 Padang telah menerapkan Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas pada kelas X, dengan diterapkannya Kurikulum 2013, maka dihapuskan mata pelajaran Teknolo -gi Informatika dan Komputer (TIK) dan menuntut TIK diintegrasikan pada semua mata pelajaran termasuk biologi. SMAN 2 Padang memiliki komputer yang memadai untuk dilaksanakan pembelajaran menggunakan multimedia interaktif. Namun, pada kenyataannya multimedia interaktif belum pernah digunakan dalam pembelajaran biologi. Hal ini dikarenakan belum tersedianya multimedia interaktif yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dan kurangnya sumber daya manusia dalam mengoperasikan multimedia. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pengembangan untuk menghasilkan multimedia interaktif pada materi virus sesuai dengan Kurikulum 2013 yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan tiga tahap dari 4-D model yang terdiri dari tahap define (pendefenisian), design (perancan gan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Subjek penelitian ini terdiri dari 3 dosen biologi, 2 guru biologi, 1 guru TIK dan 23 siswa yang di ambil secara acak dari kelas X IPA 1 – X IPA 4 SMAN 2 Padang. Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui angket validitas dan praktikalitas, kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Dari penelitian dihasilkan produk berupa multimedia interaktif yang dikategorikan valid oleh validator dari segi kelayakan isi, kabahasaan, penyajian, dan visualisasi dengan nilai rata-rata 85,78%. Multimedia interaktif juga dikategorikan praktis oleh guru dengan nilai rata-rata 84,72% dan dikategorikan sangat praktis oleh siswa dengan nilai rata-rata 91,58% dari segi kemudahan penggunaan dan efisiensi waktu pembelajaran.