<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Pelaksanaan Sanksi Dalam Mengatasi Tawuran Pelajar di Smk Kartika 1-2 Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mira</mods:namePart><mods:namePart type="family">Laharisa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tawuran pelajar merupakan salah satu perbuatan anak yang dapat&#13;
dikategorikan sebagai kenakalan remaja atau juvenile deliquency. Tawur adalah&#13;
perkelahian secara beramai-ramai, perkelahian masal, dan perkelahian yang&#13;
terjadi secara tiba-tiba antara kedua belah pihak yang berselisih. Sedangkan&#13;
tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang&#13;
mana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar. faktor&#13;
internal dan faktor eksternal, yaitu: Faktor internal mencangkup realisasi frustasi&#13;
negatif, gangguan pengamatan dan tanggapan pada diri pelajar, dan gangguan&#13;
emosinal/perasaan pada diri pelajar. Faktor dari eksternal mencakup keluarga,&#13;
lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan dan lingkungan sekitar.&#13;
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan sanksi dalam&#13;
mengatasi tawuran pelajar di SMK Kartika 1-2 Padang. Mengindentifikasi&#13;
pelaksanan sanksi dalam mengatasi tawuran pelajar di SMK Kartika 1-2 Padang.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang mengambil lokasi di SMK&#13;
Kartika 1-2 Padang. Alasan penulis memilih lokasi tersebut karena pelaksanan&#13;
sanksi sanksi dalam mengatasi tawuran belum berjalan secara optimal. Penetapan&#13;
informan dilakukan dengan puposive sampling. Teknik pengumpulan data&#13;
dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data&#13;
dilakukan dengan tahap-tahap pengumpulan data dilakukan dengan tahap-tahap&#13;
pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan dari&#13;
data yang diperoleh.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanan sanksi dalam mengatasi&#13;
tawuran pelajar di SMK Kartika 1-2 Padang meliputi 3 tahap diantaranya 1)&#13;
teguran. Teguran merupakan memberitahu dan memperingati seseorang dalam hal&#13;
ini memperingati seorang pelajar bahwa tindakannya adalah tindakan yang salah&#13;
dan diharapkan tidak akan mengulanggi lagi yang dilakukan oleh pihak sekolah&#13;
SMK Kartika 1-2 Padang dalam mengatasi tawuran pelajar. 2) Melakukan&#13;
pemanggilan bagi pelajar yang melukan tawuran pelajar merupakan surat&#13;
panggilan yang disampaikan oleh pihak sekolah SMK Kartika 1-2 Padang. 3)&#13;
Pengeluaran siswa dari sekolah merupakan Salah satu wujud dari nilai norma&#13;
yang ada di sekolah dinamakan tata tertib siswa di sekolah SMK Kartika 1-2&#13;
Padang. Tujuan agar pelaksanan sanksi dalam mengatasi tawuran akan berjalan&#13;
dengan baik. Sanksi di SMK Kartika 1-2 padang terdapat dalam buku tata tertib&#13;
sekolah</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2019-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>