%D 2018 %T Analisis Problematika Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran Biologi Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Koto XI Tarusan %A Sinta Lusiana %I Universitas Negeri Padang %L repounp44066 %X Problematika peserta didik diartikan sebagai masalah yang dihadapi peserta didik dalam proses pembelajarannya, dimana masalah belajar itu adalah kegagalan individu dalam pemenuhan satu atau beberapa kebutuhan sehingga menimbulkan ketidakseimbangan. Berhasil tidaknya proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal dari peserta didik itu sendiri. Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan di SMA Negeri 1 Koto XI Tarusan, terungkap bahwa terjadi problematika peserta didik dalam proses pembelajaran Biologi pada kelas XI IPA. Hal ini dapat menyebabkan peserta didik mengalami masalah dalam kegiatan belajarnya dan juga menyebabkan rendahnya hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan pada penelitian yaitu angket tertutup yang dibagikan kepada peserta didik kelas XI IPA di SMA Biologi SMA Negeri 1 XI Koto Tarusan dengan jumlah responden sebanyak 139 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik persentase dengan cara mencari persentase masing-masing frekuensi jawaban reponden. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa problematika peserta didik dalam proses pembelajaran Biologi dipengaruhi oleh faktor internal yang terdiri dari kesehatan peserta didik yang dikategorikan ringan yaitu (58,59%), kecerdasan peserta didik yang dikategorikan cukup berat yaitu (71,32%), perhatian peserta didik yang dikategorikan berat (84,07%), minat peserta didik yang dikategorikan cukup berat (60,15%), bakat peserta didik yang dikategorikan cukup berat (75,18%), dan motivasi peserta didik yang dikategorikan sangat berat, (86,66%), serta aspek faktor eksternal yang terdiri dari pengaruh lingkungan keluarga yang dikategorikan ringan (58,59%), faktor guru yang dikategorikan cukup berat (66,46%), faktor materi yang dikategorikan berat (81,72%), sarana dan prasarana yang dikategorikan berat (79,1%), serta lingkungan masyarakat yang dikategorikan cukup berat (67,66%).