%A Marta Borisman %I Universitas Negeri padang %T Optimasi Alat Muat dan Alat Angkut untuk Meningkatkan Produksi Limestone Setelah Indarung VI Berproduksi di PT Semen Padang %D 2019 %K OPTIMASI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT, PRODUKSI LIMESTONE %L repounp44035 %X Pabrik Indarung VI mulai berproduksi bulan April 2017, menyebabkan meningkatnya kebutuhan limestone , yang bersumber dari Area Tambang existing Bukit Karang Putih, dari 679.140 ton menjadi 826.833 ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah alat produksi (alat muat, alat angkut, crusher, belt conveyor) di area existing mampu memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut, dan menentukan optimasi yang harus dilakukan agar kebutuhan terpenuhi. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan membuat simulasi yang menggambarkan kondisi aktual (pola operasi, jam efektif, produktivitas alat) di lapangan, untuk dibandingkan dengan target produksi (kebutuhan). Optimasi dilakukan dengan menganalisis produktivitas alat produksi dan jam efektif, untuk dibandingkan dengan produktivitas teoretisnya. Setelah disimulasikan, diketahui bahwa alat produksi memiliki kemampuan produksi aktual 679.140 ton, dengan persentase pencapaian target produksi 82%. limestone. Hal ini berarti alat produksi belum memenuhi target produksi, maka harus dilakukan optimasi alat produksi. Optimasi yang dilakukan: Perbaikan efisiensi kerja Perbaikan efisiensi kerja dari 58,97% menjadi 82,65%, dan perancangan ulang matching fleet. Setelah optimasi diatas, alat produksi area existing memiliki total produksi limestone sebanyak 840.111 ton per bulan , dengan pencapaian produksi 102%..