%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Haris, Jefri Anto %A Fakultas Teknik, %B TEKNIK PERTAMBANGAN FT UNP %D 2017 %F repounp:43990 %I Universitas Negeri padang %K REKLAMASI, TEROWONGAN, KELAS MASSA BATUAN, PENYANGGAAN %T Desain Terowongan Development di Wilayah Ombilin I Sawahluwung PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, Unit Pertambangan Ombilin Sawahlunto %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43990/ %X Unit Pertambangan Ombilin merupakan salah satu unit kerja dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk, berlokasi di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, yang bergerak di bidang penambangan batubara dan pengelolaan asset. Dengan menipisnya cadangan batubara bawah tanah serta keberadaan batubara yang jauh dari permukaan yaitu 2,5 KM dari pintu utama menuju front kerja diiringi dengan sistem penambangan yang manual menyebabkan tidak ekonomis batubara untuk ditambang, oleh karena itu perusahaan mengambil tindakan dalam mengakhiri kegiatan penambangan dengan melakukan reklamasi lahan pasca tambang, dalam hal ini PT. Bukit Asam (Persero) Tbk merencanakan lahan pasca tambang dijadikan sebagai sarana pelatihan tambang bawah tanah. Lokasi yang akan dijadikan sarana pelatihan tambang bawah tanah adalah mulai dari Adit Sawahluwung-J4-J3-J2-J5-J6-J8-J52-J46-J65-J23-J21-J7-J14-J37. kemudian terakhir di lubang lingkar. Lokasi J1 merupakan salah satu tempat yang akan dilakukan pemasangan beton, sedangkan pada lokasi tersebut merupakan sebagai jalur udara keluar, oleh karena itu perusahaan merencanakan untuk membuat terowongan baru sebagai jalur udara alternatif sepanjang 125 meter. Analisis RMR-sistem merupakan salah satu metode untuk mengetahui kelas massa batuan. Dari hasil pengukuran beberapa parameter metode RMR, diperoleh kuat tekan batuan utuh (UCS) 8 Mpa, RQD 71,59%, spasi rata-rata bidang diskontinyu 190 mm, kondisi bidang diskontinyu (persistence 1-3 meter), (Aperature 1-5 mm), (Roughness sedang), (infilling lunak), (weatering tinggi), kadar air lembab dan orientasi bidang diskontinyu tidak menguntungkan, berdasarkan data tersebut dilakukan pemberian pembobotan diperoleh bobot sebesar 38, kelas massa batuan tergolong buruk (poor rock). Berdasarkan data tersebut maka dapat di rekomendasikan penyangga sebagai berikut : jika menggunakan rock bolt panjang 4 meter dibutuhkan 6 set per kemajuan, pemasangan shotcrete tebal 100 mm dengan spasi antar baut batuan adalah 1,5 meter dan ditambahkan pemasangan wiremess, jika menggunakan penyangga baja (I-Beam) dibutuhkan baja dimensi 25 cm x 25 cm, nilai modulus tampang sebesar 720 cm3 dengan jarak antar penyanga 1,2 meter.