<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Minat Baca Siswa pada Lokal Unggul dan Lokal Biasa pada Kelas X di SMA Negeri 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ama</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kasmawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya minat baca siswa. Hal ini terlihat dari rendahnya keinginan siswa untuk mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku, meminjam buku. Dari latar belakang tersebut agar penelitian ini terarah dengan baik sesuai yang terjadi di lapangan maka penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana minat baca siswa pada lokal unggul dan lokal biasa di SMA Negeri 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini Proposive sampling. Untuk melihat gambaran minat baca siswa pada lokal unggul dan lokal biasa pada kelas X di SMA Negeri 1 pulau punjung Kabupaten Dharmasraya Selanjutnya data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru-guru PKn, petugas pustaka dan siswa kelas X. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa minat baca siswa pada lokal unggul dan lokal biasa pada kelas X di SMA Negeri 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya adalah. a) Adanya ketakutan siswa akan mendapat nilai yang jelek b) Mengupayakan untuk mendapatkan nilai yang baik. c) Agar tidak tertinggal pelajaran dan tidak tersaingin oleh teman. Pada lokal biasa ditemukan a) Tidak adanya teman untuk mengunjugi perpustakaan b) Bahwa tidak adanya persaigan antar siswa lokal biasa untuk mendapat nilai yang baik c) membuat tugas dapat melihat punya teman. Siswa lokal unggul merupakan siswa piliha sehingg dari segi pelayanan serta cara belajar berbeda dari lokal biasa. Pada lokal unggul adanya penambahan jam pelajaran tetapi meskipun adanya perbedaan lokal biasa juga masih ada minat baca walaupun tidak seperti pada lokal unggul.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HV Social pathology. Social and public welfare</mods:classification><mods:classification authority="lcc">LB Theory and practice of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">LB1501 Primary Education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">LC Special aspects of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">LC5201 Education extension. Adult education. Continuing education</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2013</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan S-1 FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>