<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Metode Resitasi dalam Bentuk LKS terhadap Kompetensi Belajar Siswa pada Materi Sistem Reproduksi Manusia di SMA Negeri 1 Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Kudri Al</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kudri Al</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini diawali oleh guru mengalami kesulitan mengajar pada materi sistem reproduksi manusia, guru lebih sering menerapkan metode ceramah dan menjelaskan, pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi sistem reproduksi manusia karena pada materi ini siswa menganggap hal yang tabu untuk dibicarakan. Ditinjau dari karakteristik siswa yang sedang berada pada masa pubertas, materi ini merupakan hal yang porno untuk dibicarakan ataupun dijelaskan oleh guru didepan kelas, sehingga menciptakan suasana kelas yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh penggunaan metode resitasi dalam bentuk LKS pada materi sistem reproduksi manusia terhadap kompetensi belajar siswa (kognitif, afektif, dan psikomotor). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen), dengan populasi semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kuantan Mudik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, kemudian di pilih berdasarkan kriteria tertentu, hasil dari pemilihan tersebut yaitu kelas XI IPA-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA-3 sebagai kelas kontrol. Instrumennya adalah tes hasil belajar pada ranah kognitif yang dilihat dari hasil tes akhir penelitian, sedangkan ranah afektif dan psikomotor dengan menggunakan lembaran observasi. Uji hipotesis untuk aspek kognitif dilakukan dengan uji-t, karena data terdistribusi normal dan variasi homogen. Sedangkan pada aspek afektif dan psikomotor dilakukan dengan uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, diperoleh kesimpulan yaitu kompetensi belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotor siswa yang mengikuti metode resitasi dalam bentuk LKS lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disarankan bahwa metode pembelajaran resitasi dalam bentuk LKS dapat diterapkan pada materi yang lainnya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LC Special aspects of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QM Human anatomy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Biologi Pascasarjana</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>