%D 2017 %T Tradisi Tolak Bala dalam Masyarakat Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung %A Sri Rahayu %I Universitas Negeri Padang %L repounp43822 %X Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebagian masyarakat kenagarian Padang Sibusuk masih menjalankan tradisi tolak bala. Tapi, masih ada masyarakat yang tidak mengikuti proses tradisi ini. Meskipun anggota kelompok tani sindayan yang terlibat sedikit, tapi proses pelaksanaan tradisi tolak bala tetap dijalankan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana fenomena tradisi tolak bala dalam masyarakat Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung dan bagaimana pandangan masyarakat Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung terhadap tradisi tolak bala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder, dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musyawarah merupakan patokan terlaksananya tradisi tolak bala. Tradisi tolak bala dilaksanakan dan dilestarikan di lahan pertanian(sawah) dilakukan tiga kali berturut-turut setiap hari Jum’at dalam tiga minggu dianggap banyak membuang waktu dan membutuhkan tenaga yang banyak oleh masyarakat di Kenagarian Padang Sibusuk. Ada 7 tahap pelaksanaan tradisi tolak bala: (1) Berkumpul dilahan kelompok tani. (2) Pembacaan do’a pengantar dan tahlil sepanjang lahan pertanian. (3) Membaca shalawat. (4) Pembacaan do’a tolak bala. (5) Istirahat dilahan tertentu. (6) Melanjutkan mengelilingi sawah. (7) Pembacaan do’a penutup.Penyelenggaraan tradisi tolak bala bertujuan untuk menolak segala musibah yang melanda tanaman. Pelestarian budaya dalam masyarakat yang ada di Kenagarian Padang Sibusuk masih terlaksana walaupun ada perubahan, berkurangnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti tradisi tolak bala.