<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Estimasi Sumberdaya dengan Menggunakan Metode Ordinary Kriging di PIT 2 PT. Tambang Bukit Tambi, Site Padang Kelapo, Kec. Muaro Sebo Ulu, Kab. Batanghari, Provinsi Jambi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Calvin</mods:namePart><mods:namePart type="family">Maharza</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Tambang Bukit Tambi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan yang mana pada saat ini telah melakukan pengeboran untuk mendapat data penyebaran batubara dan jumlah batubara yang ada. Pengeboran itu dilakukan di area yang memiliki luas 50,8 Ha dengan 14 titik lubang bor. Untuk mengetahui jumlah dan penyebaran batubara diperlukan estimasi sumberdaya yang pada saat ini peneliti menggunakan metode Ordinary Kriging. Estimasi sumberdaya dengan metode Ordinary Kriging ini menggunakan konsep kerangka blok, sehingga hasil estimasi sumberdaya akan dipresentasikan melalui tiap-tiap blok yang ada. Peneliti menggunakan model blok 3 dimensi dengan ukuran blok 30 m x 30 m x 1 m yang disesuaikan dengan range estimasi daerah penelitian. Untuk melakukan proses estimasi kriging, diperlukan nilai parameter nugget, sill, dan range terlebih dahulu dengan melakukan analisis variogram. Lakukan analisis variogram dengan 4 arah utama dan segala arah (omnidirectional) sehingga dapat terlihat penyebaran data yang ada. Kemudian tentukan nilai nugget, sill, dan range dengan menyesuaikan pada bentuk variogram masing-masing arah. Setelah itu lakukan estimasi dengan metode Ordinary Kriging dengan memasukkan parameter-parameter tersebut. Hasil dari estimasi dengan menggunakan metode Ordinary kriging didapatkan bentuk model endapan dan total tonase batubara. Dikarenakan konsep yang digunakan kerangka blok, maka estimasi harus dilakukan berdasarkan jumlah blok yang ada setelah dikoreksi terhadap batas topografi. Total tonase batubara yang didapatkan di daerah penelitian adalah 3.360.240 ton dan Overburden sebesar 4.317.300 bcm bcm, maka didapatkan nilai stripping ratio sebesar 1,2 bcm/ton</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;TEKNIK PERTAMBANGAN FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>