<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Kestabilan Lereng pada Rencana Lereng Akhir&#13;
Penambangan dengan Tinggi 55 m PT. Atika Tunggal Mandiri, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Sumatera Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Andre Martona</mods:namePart><mods:namePart type="family">Risky</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Atika Tunggal Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dibidang&#13;
usaha pertambangan batu andesit di kabupaten lima puluh kota. Dalam&#13;
penambangan terbuka, tingkat kestabilan lereng tambang adalah faktor terpenting&#13;
yang harus diperhatikan dalam keberlangsungan kegiatan penambangan. Penulis&#13;
melakukan penelitian di lokasi lereng akhir penambangan PT. ATM, dengan tinggi&#13;
lereng aktual adalah 13 m dan sudut kemiringan lereng 85°. Lereng akhir&#13;
penambangan tersebut akan bertambah ketinggiannya, hal ini di karenakan adanya&#13;
penggalian material andesit sampai kedalaman 55 m. Oleh karena itu perlu&#13;
dilakukan kajian ulang untuk kestabilan lereng tersebut agar lereng tersebut tidak&#13;
runtuh dan tidak menyebabkan kerugian bagi perusahaan.&#13;
Pada penelitian ini analisis yang digunakan yaitu analisis secara kinematik&#13;
dengan software dips dan analisis kestabilan lereng dengan metode Elemen Hingga&#13;
dengan software phase 2. Berdasarkan hasil analisis secara kinematik didapatkan&#13;
nilai persentase potensi longsoran yang mungkin akan terjadi pada lokasi penelitian&#13;
yaitu longsoran guling (topling failure) yang memiliki potensi kelongsoran sebesar&#13;
23,37% (Flexural Topling sebesar 12,68% sedangkan Direct Topling sebesar&#13;
10,59%). Kedua, hasil analisis faktor keamanan (FK) lereng menggunakan metode&#13;
Elemen Hingga pada lereng aktual 13 m dengan sudut 85° adalah yang 2,12&#13;
(kondisi natural) dan 2,09 (kondisi jenuh). Ketiga, untuk mendapatkan FK aman&#13;
yaitu ≥1,30 dengan cara membuat double bench dengan tinggi 55 m dengan sudut&#13;
overall 65° (tinggi lereng tunggal yang pertama adalah 20 m dengan sudut 85°&#13;
sedangkan lereng tunggal kedua adalah 35 m dengan sudut 65°) diperoleh nilai FK&#13;
adalah 1,33 (kondisi natural) dan 1,31 (kondisi jenuh). Keempat, yang lebih&#13;
disarankan adalah penulis triple bench dengan tinggi 55 m dengan sudut overall&#13;
70° (tinggi lereng tunggal yang pertama adalah 20 m dengan sudut 85°, lereng&#13;
tunggal kedua adalah 20 m dengan sudut 88° dan lereng tunggal ketiga adalah 15&#13;
m dengan sudut 88°) diperoleh nilai FK adalah 1,35 (kondisi natural) dan 1,33&#13;
(kondisi jenuh).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2021-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;TEKNIK PERTAMBANGAN FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>