<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kajian Laju Infiltrasi Akhir pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Arau Kota Padang Ditinjau dari Perbedaan Litologi, Tata Guna Lahan, dan Sifat Fisik Tanah</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yosia Yoandika</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zulvi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Alih fungsi hutan ataupun lahan pertanian, menjadi pemukiman mengakibatkan berkurangnya resapan air hujan ke dalam tanah (infiltrasi). Hal ini menyebabkan cadangan air tanah berkurang dan aliran permukaan semakin besar.Selain itu, infiltrasi juga dipengaruhi oleh beberapa hal lain diantaranya kondisi litologi, topografi, dan sifat fisik tanah. Untuk itu perlu dilakukan kajian laju infiltrasi akhir, seperti yang telah dicobakan di DAS Batang Arau Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan pada 31 titik pengukuran, dari hulu sampai hilir DAS yang sebagian besar berada di daerah alluvium. Data yang diperoleh adalah data primer berupa pengamatan langsung di lapangan, yaitupendugaan laju infiltrasi (double ring infiltrometer),deskripsi litologi (handbor), matric suction (tensiometer)¸dan pengukuran sifat fisik tanah (sand cone). Berdasarkan pengolahan data menggunakan model Kostiakov, laju infiltrasi akhir rata-rata daerah penelitian adalah 0,0914 cm/menit, termasuk pada klasifikasi daerah resapan sangat rendah (&lt;0.1 cm/menit).Laju infiltrasi tinggi terjadi pada litologi berupa pasir, dan laju infiltrasi rendah terjadi pada litologi jenis lempung dan lanau dengan tata guna lahan pertanian (sawah). Berdasarkan analisis statistik, sifat fisik tanah secara simultan memiliki korelasi sangat kuat terhadap laju infiltrasi (0.894).Pemetaan zonasi infiltrasi dibagi menjadi 6 zona, dengan zona laju infiltrasi terendah 0,000808 – 0,058093 cm/menit, dan zona laju infiltrasi tertinggi 0,991835 – 1,46157 cm/menit. Selain itu, debit air yang mampu diresapkan tanah pada daerah penelitian dengan luas 96,187 km2 sangat kecil yaitu 54.000,0437 m3/jam/km2.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;TEKNIK PERTAMBANGAN FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>