TY - THES AV - public UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43644/ A1 - Eliza, Pramutia Putri ID - repounp43644 Y1 - 2020/// N2 - Penelitian ini dilatar belakangi oleh perbedaan jam pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP Negeri Kota Padang. Ada SMPN di Kota Padang yang menerapkan pembelajaran Bimbingan TIK dengan alokasi waktu 2 jam pertemuan yang dilaksanakan sekali 2 minggu. Cara lain ada juga SMPN di Kota Padang yang menerapkan pembelajaran Bimbingan TIK dengan alokasi waktu 1 jam pertemuan yang rutin dilaksanakan setiap minggunya. Perlu dilakukan penelitian manakah yang lebih efektif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif jenis ex post-facto. Populasi penelitian adalah SMPN 31 Padang dan SMPN 25 Padang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, siswa kelas VII SMPN 31 Padang dan siswa kelas VII SMPN 25 Padang, masing-masing sekolah berjumlah 30 siswa yang jumlah keseluruhan sampel sebanyak 60 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner berbentuk pernyataan sebanyak 30 butir dan alat pengumpulan data ini secara online menggunakan google forms yang linknya dikirim ke group whatsapp. Jenis data penelitian berupa sikap atau pandangan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Bimbingan TIK di sekolah dan hasil belajarnya berupa nilai siswa yang sudah ada sebelumnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan t-test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan rata-rata pandangan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Bimbingan TIK pada kelas VII SMPN 31 Padang (2 jam pelajaran sekali 2 minggu) 99,2 lebih tinggi dari pada siswa kelas VII SMPN 25 Padang (1 jam pelajaran setiap minggu) 94,87. Walaupun tidak berbeda secara signifikan, hal ini dapat dilihat pada rata-rata nilai hasil belajar siswa di SMPN 31 Padang yang melaksanakan pembelajaran Bimbingan TIK 2 jam pelajaran sekali 2 minggu lebih tinggi dibanding siswa di SMPN 25 Padang yang melaksanakan pembelajaran Bimbingan TIK 1 jam pelajaran setiap minggu (91 > 84). Hasil analisis dengan menggunakan t-test menunjukkan hasil thitung 0,055 sedangkan ttabel 2,000 sehingga thitung < ttabel (pandangan siswa). Sedangkan hasil thitung 0,172 sedangkan ttabel 2,000 pada taraf kepercayaan (? 0,05), sehingga thitung < ttabel (hasil belajar siswa). Kesimpulan yang dapat diambil bahwa penerapan pelaksanaan pembelajaran Bimbingan TIK 2 jam pelajaran sekali 2 minggu lebih efektif dibanding yang menerapkan sistem pelaksanaan pembelajaran Bimbingan TIK 1 jam pelajaran setiap minggu walaupun tidak berbeda secara signifikan. M1 - Skripsi PB - Universitas Negeri Padang KW - PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI KW - KOMUNIKASI TI - Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP Negeri Kota Padang ER -