%D 2015 %T Identifikasi Tipe Batas Cekungan Airtanah dan Analisis Kimia Airtanah pada Cekungan Airtanah Muaro Duo-Curup %A Riri Febrina %I Universitas Negeri Padang %L repounp43615 %X Airtanah merupakan salah satu bagian dari sumber daya air yang sangat penting dan strategis untuk berbagai keperluan sehari-hari masyarakat hingga kebutuhan bagi kegiatan industri. CAT Muaro Duo Curup merupakan CAT lintas provinsi dan lintas kabupaten, dengan luas daerah Cekungan Air Tanah Muaro Duo Curup ± 8521 km2. identifikasi batas – batas cekungan airtanah sangat perlu dilakukan untuk memudahkan melakukan pengelolaan pemanfaatan airtanah dan zona konservasi airtanah. Dalam menentukan identifikasi batas – batas cekungan airtanah pada penelitian ini, dibutuhkan data berupa peta topografi, peta hidrogeologi, peta geologi, hasil pengukuran geolistrik, sample airtanah. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran sebanyak 430 titik sounding, dengan 30 lintasan geolistrik. Semua data yang telah didapatkan dibuat korelasi penampang resistivity, penampang geologi dan penampang hidrogeologi. Sample airtanah dari hasil survey hidrogelogi, dilakukan pengujian analisis kimia airtanah untuk menentukan kelayakan air tersebut. Hasil penelitian ini didapatkan tipe – tipe batas cekungan airtanah yang terdapat pada Cekungan Airtanah Muaro Duo Curup berupa Batas Horizontal H2 yang merupakan batas pemisah airtanah (water devide), batas vertikal berupa batas air tidak tertekan V1 (Free Surface Boundary), batas tanpa aliran internal V3 (Internal Zero – Flow Boundary), batas aliran eksternal H1 (External Zero – Flow Boundary), Batas aliran airtanah masuk H4, Batas aliran airtanah keluar H5, Batas Tekuk lereng TL yang merupakan batas daerah recharge dan discharge. Dari hasil uji kimia airtanah terdapat air yang tidak layak digunakan karena tidak memenuhi syarat air bersih bawah tanah (sambat) dan syarat baku mutu air pada 17 desa sepanjang daerah CAT Muaro Duo Curup.