<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Identifikasi Tipe Batas Cekungan Airtanah dan Analisis Kimia Airtanah pada Cekungan Airtanah Muaro Duo-Curup</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Riri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Febrina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Airtanah merupakan salah satu bagian dari sumber daya air yang sangat penting&#13;
dan strategis untuk berbagai keperluan sehari-hari masyarakat hingga kebutuhan bagi&#13;
kegiatan industri. CAT Muaro Duo Curup merupakan CAT lintas provinsi dan lintas&#13;
kabupaten, dengan luas daerah Cekungan Air Tanah Muaro Duo Curup ± 8521 km2.&#13;
identifikasi batas – batas cekungan airtanah sangat perlu dilakukan untuk&#13;
memudahkan melakukan pengelolaan pemanfaatan airtanah dan zona konservasi&#13;
airtanah.&#13;
Dalam menentukan identifikasi batas – batas cekungan airtanah pada penelitian&#13;
ini, dibutuhkan data berupa peta topografi, peta hidrogeologi, peta geologi, hasil&#13;
pengukuran geolistrik, sample airtanah. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran&#13;
sebanyak 430 titik sounding, dengan 30 lintasan geolistrik. Semua data yang telah&#13;
didapatkan dibuat korelasi penampang resistivity, penampang geologi dan penampang&#13;
hidrogeologi. Sample airtanah dari hasil survey hidrogelogi, dilakukan pengujian&#13;
analisis kimia airtanah untuk menentukan kelayakan air tersebut.&#13;
Hasil penelitian ini didapatkan tipe – tipe batas cekungan airtanah yang terdapat&#13;
pada Cekungan Airtanah Muaro Duo Curup berupa Batas Horizontal H2 yang&#13;
merupakan batas pemisah airtanah (water devide), batas vertikal berupa batas air&#13;
tidak tertekan V1 (Free Surface Boundary), batas tanpa aliran internal V3 (Internal&#13;
Zero – Flow Boundary), batas aliran eksternal H1 (External Zero – Flow Boundary),&#13;
Batas aliran airtanah masuk H4, Batas aliran airtanah keluar H5, Batas Tekuk lereng&#13;
TL yang merupakan batas daerah recharge dan discharge. Dari hasil uji kimia&#13;
airtanah terdapat air yang tidak layak digunakan karena tidak memenuhi syarat air&#13;
bersih bawah tanah (sambat) dan syarat baku mutu air pada 17 desa sepanjang daerah&#13;
CAT Muaro Duo Curup.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>