<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kritik Politik pada Palanta dalam Koran Singgalang &#13;
(2006-2012)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rama</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Skripsi ini mengkaji tentang gambaran kritik politik yang terdapat disalah &#13;
satu rubrik dalam Koran Singgalang yang disebut dengan palanta. Penelitian ini&#13;
termasuk ke dalam sejarah pers. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan&#13;
menjelaskan gambaran kritik politik  pada  Palanta  dalam koran Singgalang dari&#13;
tahun 2006-2012. &#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan&#13;
metode sejarah, yang meliputi empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber,&#13;
interpretasi serta historiografi (penulisan sejarah). Pertama, penulis&#13;
mengumpulkan semua data yang berhubungan dengan objek penelitian dengan&#13;
menggunakan dua jenis sumber, yaitu sumber primer dan sumber sekunder.&#13;
Sumber primer diperoleh melalui wawancara dengan narasumber dan pihak terkait&#13;
lainnya dengan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan pokok yang sudah dirancang&#13;
sebelumnya, sedangkan  sumber sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan&#13;
(library research). Kedua, dilakukan kritik sumber terhadap data yang telah&#13;
diperoleh. Ketiga interpretasi data. Keempat, penulis memaparkan hasil penelitian&#13;
dalam bentuk sebuah karya ilmiah berupa skripsi. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal kemunculan palanta&#13;
dilatarbelakangi oleh pemikiran Sawir Pribadi tentang kebiasaan kaum laki-laki&#13;
yang suka maota di lapau dan kritik palanta menggambarkan 43% kritikan&#13;
palanta merupakan kritikan dalam bidang politik yang cendrung membahas&#13;
tentang kekecewaan rakyat atas kinerja wakil rakyat, kasus korupsi, masalah yang&#13;
terkait dengan pemilu serta pilkada pada masa pemerintahan Susilo Bambang&#13;
Yudoyono (SBY)  periode I (dalam penelitian ini dari tahun 2006-2009) dan pada&#13;
pemerintahan SBY periode II menunjukkan 45% kritik palanta merupakan&#13;
kritikan yang termaksuk kritik dibidang politik. Menurut hasil penelitian kritik&#13;
politik palanta mengalami kenaikan dari periode sebelumnya, disebabkan oleh&#13;
beberapa variabel: pertama terjadinya gempa Sumbar diakhir tahun 2009. Kedua&#13;
kasus korupsi yang semakin banyak terjadi pada tubuh pemerintahan SBY periode&#13;
II. Ketiga kinerja Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 yang sama saja dengan kinerja&#13;
kabinet sebelumnya. Cara mengkritik palanta dari kedua periode ini terlihat sangat&#13;
terbuka dan keras dalam mengkritik pemerintahan yang sedang berjalan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">D History (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014-09-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Sejarah FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>