<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Fasilitas Kamar terhadap Keputusan &#13;
Menginap di Hotel Kerinci</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rahmadita</mods:namePart><mods:namePart type="family">Imsakia</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini berawal dari pengamatan peneliti terhadap keputusan menginap di Hotel Kerinci, terjadinya penurunan jumlah tamu yang menginap dari tahun 2014 – 2016 dan fasilitas kamar yang diberikan tidak sesuai dengan yang di janjikan pada brosur. Penelitian ini terdiri dari 2 indikator fasilitas kamar :Guest room Amenities dan Bath Amenities dan terdiri dari 5 indikator keputusan menginap : pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi internatif,keputusan membeli, dan prilaku pasca membeli. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Fasilitas Kamar terhadap keputusan menginap di Hotel Kerinci. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif pendekatan assosiatif kausal. Teknik pengambilan sampel adalah sampling purposive, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah tamu yang menginap di Hotel Kerinci yang telah dibatasi usia respondennya yaitu yang sudah berusia 19 tahun keatas, dengan jumlah sampel sebanyak 77 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner (angket) dengan menggunakan skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya data dianalisis melalui analisis koefisien kolerasi,analisis regresi sederhana dengan menggunakan bantuan Program Komputer SPSS versi 16.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Fasilitas Kamar yang digunakan di Hotel Kerinci meliputi, Guest room amenities dan bath amenities, dari hasil penelitian Fasilitas Kamar berada pada kategori  cukup (55,84%), (2) Keputusan Menginap berada pada kategori cukup (58,44%), (3) hasil uji hipotesis regresi linear sederhana diperoleh F 83,538 dengan sig. 0,00. Artinya dengan signifikan 0,00 &lt; 0,05 maka variabel Fasilitas Kamar (X) dapat menjelaskan variabel Keputusan Menginap (Y) secara signifikan. Jadi variabel Fasilitas Kamar mempengaruhi variabel Keputusan Menginap. Selanjutnya dengan R square sebesar 0,527 artinya pengaruh variable Fasilitas Kamar (X) terhadap variabel Keputusan Menginap (Y) adalah sebesar 52,7%, sedangkan 47,3% dipengaruhi oleh faktor lain seperti, produk, harga, promosi dan lokasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HD28 Management. Industrial Management</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-03-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Manajemen Perhotelan FPP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>