%A Ilham Setiawan Putra %I Universitas Negeri Padang %T Analisis Balik Lereng High Wall Pada Penambangan Batubara Area Central, Pit Timur, PT Kuansing Inti Makmur, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi %D 2017 %K Analisis balik, analisis probabilitas, faktor keamanan %L repounp43441 %X Sehubungan dengan kelongsoran yang terjadi pada high wall di central wall, pit Timur, PT Kuansing Inti Makmur maka perlu dilakukan kajian geoteknik untuk menilai apakah penambangan masih memungkinkan untuk dilanjutkan. Sebagai upaya mendapatkan rancangan geometri lereng yang optimum, dilakukan kajian analisis balik pada dinding lereng daerah central dengan kondisi lereng yang longsor. Kestabilan lereng pada penelitian ini dianalisis menggunakan metode kesetimbangan batas Bishop simplied. Analisis balik berdasarkan input dari analisis probabilitas dan metode grafik Hoek & Bray. Analisis probabilitas dijalankan menggunakan metode sampling Monte Carlo dengan 100.000 number of samples. Metode grafik Hoek & Bray mengansumsikan material adalah homogen dengan asumsi material paling lemah dan input dari material rata-rata. Analisis balik dilakukan untuk mengetahui nilai kritis dari parameter properties material pada saat terjadi longsor. Parameter properties material akan digunakan sebagai data masukan untuk pengoptimalan kestabilan lereng yang longsor. Sebagai hasil penelitan, dapat disimpulkan beberapa hal berikut. Pertama, material pada lokasi penelitian tergolong sebagai material lunak, lemah, atau rapuh, sehingga bentuk longsoran yang terjadi adalah longsoran busur. Material juga dapat digali tanpa menggunakan peledakan. Kedua, parameter properties material saat longsor yaitu soil: c’= 70,41 KN/m2 dan ’= 17,270; mudstone: c’= 140.8 KN/m2 dan ’= 44,960; sandstone: c’= 67,75 KN/m2 dan ’= 30,750; siltstone: c’= 104,27 KN/m2 dan ’= 22,590; material paling lemah: c’= 90 KN/m2 dan ’= 18,390, c’= 40,23 KN/m2 dan ’= 400; material rata - rata: c’= 128,77 KN/m2 dan ’= 5,420, c’= 53,61 KN/m2 dan ’= 32,70. Ketiga, desain pemodelan geometri sudut single slope 3 direkomendasikan pada sudut 350 - 370 dan tinggi 35 m. Desain lereng secara keseluruhan atau overall slope diperoleh sudut 230 dan tinggi 86 m.