%A Ifana Fabiola Hartono %I Universitas Negeri Padang %T Kajian Peralatan Tambang PT. Artamulia Tatapratama Site KIM Tanjung Belit, Kabupaten Muaro Bungo %D 2017 %K Target produksi overburden, geometri jalan angkut tambang %L repounp43356 %X PT. Artamulia Tatapratama merencanakan target produksi untuk overburden sebesar 96,7 BCM/jam sedangkan aktual dilapangan 90,79 BCM/jam. Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya target produksi dari overburden dikarenakan banyaknya hambatan kerja yang harusnya dapat dihindari dan yang tidak dapat dihindari dalam waktu kerja seperti adanya lost time atau waktu terbuang dari jam kerja yang telah ditetapkan. Dari perhitungan didapatkan faktor keserasian kerja alat sebesar 1,02% yang berarti alat muat bekerja maksimal 100%, sedangkan alat angkut bekerja kurang dari 100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat angkut sehingga tidak bekerja optimal, salah satu faktornya adalah karena geometri jalan angkut yaitu lebar jalan, grade jalan, safety berms serta trench yang belum sesuai dengan standar sehingga alat angkut masih mengalami beberapa hambatan dijalan, sehingga untuk jam kerja efektif dari alat angkut juga menurun yaitu 68%. Lebar jalan lurus pada segmen dari front – A, A – B, C – D, dan E- disposal jalannya sudah memenuhi standar lebar jalan angkut tambang yang baik dan benar, sedangkan pada jalan tikungan yaitu pada segmen dari B – C dan D – E belum sesuai standar dimana seharusnya untuk lebar jalan pada tikungan adalah 19,69 meter. Grade jalan pada segmen C – D masih tinggi dimana standar untuk grade jalan standarisasi adalah 8%. Safety berms pada ke enam segmen belum sesuai standar alat yang bekerja karena masih terlalu rendah untuk ukuran alat angkut yang bekerja, safety berms yang sesuai untuk alat yang bekerja adalah 1,6 meter. Upaya untuk peningkatan target produksi overburden dilakukan dengan meningkatkan pengawasan kepada para operator alat terhadap waktu kerja dan meningkatkan kedisiplinan para pekerja dalam bekerja agar tidak ada waktu yang terbuang dan dapat mengurangi waktu untuk hambatan kerja yang dapat dihindari dan memperbaiki geometri jalan angkut, agar tidak ada lost time, mengevaluasi jam kerja perusahaan sehingga effisiensi waktu kerjanya akan bertambah, meningkatkan kedisiplinan dan pengawasan dalam bekerja sehingga menurunkan nilai dari hambatan kerja yang dapat dihindari. Dengan memperbaiki dan mengawasi berbagai faktor tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas kerja operator dan alat sehingga dapat mencapai hasil yang optimal untuk mencapai target produksi overburden.