<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kajian Peralatan Tambang PT. Artamulia&#13;
Tatapratama Site KIM Tanjung Belit,&#13;
Kabupaten Muaro Bungo</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ifana Fabiola</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hartono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Artamulia Tatapratama merencanakan target produksi untuk&#13;
overburden sebesar 96,7 BCM/jam sedangkan aktual dilapangan 90,79 BCM/jam.&#13;
Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya target produksi dari&#13;
overburden dikarenakan banyaknya hambatan kerja yang harusnya dapat dihindari&#13;
dan yang tidak dapat dihindari dalam waktu kerja seperti adanya lost time atau&#13;
waktu terbuang dari jam kerja yang telah ditetapkan.&#13;
Dari perhitungan didapatkan faktor keserasian kerja alat sebesar 1,02%&#13;
yang berarti alat muat bekerja maksimal 100%, sedangkan alat angkut bekerja&#13;
kurang dari 100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat angkut sehingga tidak&#13;
bekerja optimal, salah satu faktornya adalah karena geometri jalan angkut yaitu&#13;
lebar jalan, grade jalan, safety berms serta trench yang belum sesuai dengan&#13;
standar sehingga alat angkut masih mengalami beberapa hambatan dijalan,&#13;
sehingga untuk jam kerja efektif dari alat angkut juga menurun yaitu 68%.&#13;
Lebar jalan lurus pada segmen dari front – A, A – B, C – D, dan E-&#13;
disposal jalannya sudah memenuhi standar lebar jalan angkut tambang yang baik&#13;
dan benar, sedangkan pada jalan tikungan yaitu pada segmen dari B – C dan D –&#13;
E belum sesuai standar dimana seharusnya untuk lebar jalan pada tikungan adalah&#13;
19,69 meter. Grade jalan pada segmen C – D masih tinggi dimana standar untuk&#13;
grade jalan standarisasi adalah 8%. Safety berms pada ke enam segmen belum&#13;
sesuai standar alat yang bekerja karena masih terlalu rendah untuk ukuran alat&#13;
angkut yang bekerja, safety berms yang sesuai untuk alat yang bekerja adalah 1,6&#13;
meter.&#13;
Upaya untuk peningkatan target produksi overburden dilakukan dengan&#13;
meningkatkan pengawasan kepada para operator alat terhadap waktu kerja dan&#13;
meningkatkan kedisiplinan para pekerja dalam bekerja agar tidak ada waktu yang&#13;
terbuang dan dapat mengurangi waktu untuk hambatan kerja yang dapat dihindari&#13;
dan memperbaiki geometri jalan angkut, agar tidak ada lost time, mengevaluasi&#13;
jam kerja perusahaan sehingga effisiensi waktu kerjanya akan bertambah,&#13;
meningkatkan kedisiplinan dan pengawasan dalam bekerja sehingga menurunkan&#13;
nilai dari hambatan kerja yang dapat dihindari. Dengan memperbaiki dan&#13;
mengawasi berbagai faktor tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas&#13;
kerja operator dan alat sehingga dapat mencapai hasil yang optimal untuk&#13;
mencapai target produksi overburden.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>