%A Hengki Ade Satria %I Universitas Negeri Padang %T Analisis Kandungan Tar Produk Sampingan Gasifikasi Batubara Bituminus PT. NAL Sawahlunto Menggunakan Kromatografi Gas (GC-MS) %D 2017 %K tar batubara, gasifikasi, kromatografi gas spektroskopi massa %L repounp43355 %X Tar batubara adalah campuran senyawa yang sangat kompleks terdiri dari beberapa senyawa dengan gugus fungsi berbeda dan didominasi senyawa poliaromatik. Tar batubara memiliki berbagai aplikasi di sektor industri, mulai dari sebagai insulator bangunan, membuat bangunan tahan air, hingga produksi berbagai macam produk, yang meliputi tekstil, cat, sabun, sampo, plastik, parfum, pewarna, kapur barus aspirin dan juga dapat di aplikasikan sebagai bahan bakar. Namun untuk pengaplikasian tersebut perlu pengolahan lebih lanjut. Ciri-ciri tar adalah berupa cairan berwarna cokelat pekat dan memiliki viskositas tinggi saat terkondensasi pada temperatur rendah dan akan berubah warna menjadi hitam pekat. Tar batubara diproleh dari produk samping proses gasifikasi batubara bituminus PT. NAL Sawahlunto. Batubara yang digasifikasi memiliki nilai kalori 7.554,20 kkal/kg, zat terbang 39,62%, kadar air 5,88% dan ash 4,21%. Proses gasifikasi dilakukan dalam tabung reaktor fixed bed dengan suhu berkisar 800-1.000oC dengan kuantitas udara 6,93 l/s dan lama pengujian 2700 s. Kromatografi Gas Spektroskopi Massa digunakan sebagai alat untuk menganalisis komponen tar batubara. Hasil analisis menunjukkan bahwa tar batubara memiliki kandungan tertinggi sebanyak 241senyawa kimia, seperti benzena, heptadecane, eicosane, 2-Methyl-2-(alpha-thienyl)-1,3-dithiolane, 9-Octadecenoic acid (Z)-phenylmethyl ester (CAS) Benzyl oleate, dan lainnya. Senyawa yang memliki persen luas area tertinggi dari tiga percobaan bervariasi diantaranya adalah senyawa 2-Methyl-2-(alpha-thienyl)-1,3-dithiolane yaitu 5,92% dan 9-Octadecenoic acid (Z)-phenylmethyl ester (CAS) Benzyl oleate 5,90%.