<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Kandungan Tar Produk Sampingan Gasifikasi&#13;
Batubara Bituminus PT. NAL Sawahlunto Menggunakan&#13;
Kromatografi Gas (GC-MS)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hengki Ade</mods:namePart><mods:namePart type="family">Satria</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tar batubara adalah campuran senyawa yang sangat kompleks terdiri dari&#13;
beberapa senyawa dengan gugus fungsi berbeda dan didominasi senyawa&#13;
poliaromatik. Tar batubara memiliki berbagai aplikasi di sektor industri, mulai&#13;
dari sebagai insulator bangunan, membuat bangunan tahan air, hingga produksi&#13;
berbagai macam produk, yang meliputi tekstil, cat, sabun, sampo, plastik, parfum,&#13;
pewarna, kapur barus aspirin dan juga dapat di aplikasikan sebagai bahan bakar.&#13;
Namun untuk pengaplikasian tersebut perlu pengolahan lebih lanjut.&#13;
Ciri-ciri tar adalah berupa cairan berwarna cokelat pekat dan memiliki&#13;
viskositas tinggi saat terkondensasi pada temperatur rendah dan akan berubah&#13;
warna menjadi hitam pekat. Tar batubara diproleh dari produk samping proses&#13;
gasifikasi batubara bituminus PT. NAL Sawahlunto. Batubara yang digasifikasi&#13;
memiliki nilai kalori 7.554,20 kkal/kg, zat terbang 39,62%, kadar air 5,88% dan&#13;
ash 4,21%. Proses gasifikasi dilakukan dalam tabung reaktor fixed bed dengan&#13;
suhu berkisar 800-1.000oC dengan kuantitas udara 6,93 l/s dan lama pengujian&#13;
2700 s.&#13;
Kromatografi Gas Spektroskopi Massa digunakan sebagai alat untuk&#13;
menganalisis komponen tar batubara. Hasil analisis menunjukkan bahwa tar&#13;
batubara memiliki kandungan tertinggi sebanyak 241senyawa kimia, seperti&#13;
benzena, heptadecane, eicosane, 2-Methyl-2-(alpha-thienyl)-1,3-dithiolane,&#13;
9-Octadecenoic acid (Z)-phenylmethyl ester (CAS) Benzyl oleate, dan lainnya.&#13;
Senyawa yang memliki persen luas area tertinggi dari tiga percobaan bervariasi&#13;
diantaranya adalah senyawa 2-Methyl-2-(alpha-thienyl)-1,3-dithiolane yaitu&#13;
5,92% dan 9-Octadecenoic acid (Z)-phenylmethyl ester (CAS) Benzyl oleate&#13;
5,90%.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>