<mets:mets xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" OBJID="eprint_43311" LABEL="Eprints Item" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-06-07T04:26:09Z"><mets:agent TYPE="ORGANIZATION" ROLE="CUSTODIAN"><mets:name>Repository Universitas Negeri Padang</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_43311_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Perencanaan Sistem Ventilasi Tambang Batubara Bawah Tanah Pada Seam C2 di PT. Nusa Alam Lestari, Desa Salak, Sapaan Dalam Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rizka</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sestiana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Nusa Alam Lestari merupakan salah satu perusahaan tambang yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang berlokasi di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PT. Nusa Alam Lestari awalnya dilakukan dengan tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Namun sejak tahun 2011 tidak lagi dilakukan tambang terbuka dikarenakan tidak ekonomisnya penambangan batubara (SR semakin tinggi). Sehingga saat ini penambangan hanya dilakukan dengan tambang bawah tanah. Dengan metode penambangan room and pillar. PT. Nusa Alam Lestari memiliki beberapa seam cadangan batubara diantaranya pada seam C1 yang masa tambangnya berakhir pada Desember 2017 lalu, karena hal itu maka dilanjutkan dengan penambangan seam C2.Adapun sistem ventilasi yang digunakan adalah sistem hisap (exhaus system) dengan penyusunan blower secara estafet. Pemasangan blower sistem hisap diikuti dengan pemasangan blower hembus, sehingga udara kotor segera tersirkulasikan keluar. Udara kotor hasil dari kegiatan penambangan dari satu lubang di hisap keluar melalui lubang ventilasi kemudian berganti dengan udara bersih yang masuk melalui lubang yang lainnya. karena Seam C1 terletak diatas permukaan seam C2 maka jumlah emisi gas metan pada seam C2 akan semakin tinggi. Dengan perolehan jumlah emisi gas metan pada seam C1 maka diperlukan udara untuk menetralkannya. Dengan rincian, pada seam C2 A membutuhkan udara sebesar 698.5152 m3/s pada Seam C2 B membutuhkan udara sebanyak 686,6264 m3/s, sedangkan udara yang dibutuhkan untuk menetralisir gas metan yang timbul pada seam C1 adalah 5960,6289 m3/s. Maka jumlah udara total yang dibutuhkan utuk lubang Seam C2 adalah sebanyak 7345.7705 m3/s.Jumlah blower yang Dipergunakan untuk mendukung 13 panel yang akan dilakukan development dan 53 crosscut maka diperlukan kontrol ventilasi dengan pemasangan 13 blower bantu pada setiap panel dengan diameter 20 “ (37 KW), Dan untuk mengeluakan udara kotor keluar maka akan dilakukan pemasangan 6 main fan blower Hisap berdiameter 32” (75 KW). Pemodelan sistem ventilasi menggunakan Ventsim visual 3 dan menghasilkan model sistem ventilasi 3D</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2019-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;TEKNIK PERTAMBANGAN FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_43311"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_43311_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repository Universitas Negeri Padang the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repository Universitas Negeri Padang does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repository Universitas Negeri Padang is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file OWNERID="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43311/1/final_B1_11_RIZKA_SESTIANA_1302677_1783_2019.pdf" ID="eprint_43311_86690_1" SIZE="2161216" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:href="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/43311/1/final_B1_11_RIZKA_SESTIANA_1302677_1783_2019.pdf" xlink:type="simple"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div ADMID="TMD_eprint_43311" DMDID="DMD_eprint_43311_mods"><mets:fptr FILEID="eprint_43311_document_86690_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>