<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Refleksi Penegakan Pilar Pendidikan dalam Novel Laskar&#13;
Pelangi Karya Andrea Hirata</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nova</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pratama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan refleksi penegakan pilar&#13;
pendidikan UNESCO yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata&#13;
yang dilihat dari lima aspek, yaitu: (1) learning to know, (2) learning to do, (3)&#13;
learning to be, (4) learning to live together, dan (5) learning to believe in God.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif yang bersifat&#13;
analisis isi atau content analysis.&#13;
Objek penelitian ini adalah novel pertama dari tetralogi Laskar Pelangi karya&#13;
Andrea Hirata yang telah banyak mendapatkan kritik dan pengakuan dari sastrawan,&#13;
para ahli sastra, serta masyarakat Indonesia khususnya. Teknik analisis data&#13;
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mendeskripsikan data yang&#13;
terkait dengan refleksi penegakan pilar pendidikan dalam novel Laskar Pelangi karya&#13;
Andrea Hirata, (2) menganalisis data dengan menampilkan bukti-bukti, (3)&#13;
menginterpretasikan data, dan (4) menyimpulkan data dan menyusun laporan.&#13;
Berdasarkan analisis data, diperoleh lima kesimpulan mengenai refleksi&#13;
penegakan pilar pendidikan yang dilihat dari: (1) learning to know (belajar&#13;
mengetahui) merupakan pilar pendidikan dimana setiap orang berhak belajar untuk&#13;
mendapat ilmu pengetahuan, (2) learning to do (belajar berkarya) bermakna bahwa&#13;
setiap orang berhak memiliki keterampilan hidup yang didapat dari pendidikan, (3)&#13;
learning to be (belajar berkembang secara utuh) berarti bahwa setiap orang berhak&#13;
untuk menjadi apapun yang sesuai dengan minat dan bakatnya untuk dirinya sendiri&#13;
dan lingkungannya, (4) learning to live together (belajar hidup bersama), yaitu dalam&#13;
pendidikan, peserta didik diajarkan untuk hidup saling berdampingan dalam&#13;
perdamaian dan keselarasan, serta (5) learning to believe in God (belajar beriman&#13;
kepada Tuhan YME), yaitu bahwa di dalam pendidikan siswa diajarkan untuk&#13;
mengembangkan sikap beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LC Special aspects of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">P Philology. Linguistics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2013</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>