<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Rancangan Teknis dan Ekonomis Reklamasi pada Area In Pit Dump X Site Pulau Pakal PT. Aneka Tambang Tbk. Maluku Utara</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hafizurahman</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dwi Saputra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. ANTAM Tbk. UBPN Maluku Utara, menjadikan lahan bekas tambang&#13;
sebagai tempat pembuangan tanah penutup dan material dengan kadar rendah (in pit&#13;
dump). Apabila area in pit dump sudah terpenuhi oleh tanah penutup, maka area tersebut&#13;
harus segera direklamasi. Dalam pelaksanaannya diperlukan perlakuan dan perhatian&#13;
khusus dalam penanganan material waste di area in pit dump X, sebab material waste&#13;
tergolong ke dalam material PAF (Potentially acid forming) yang berpotensi&#13;
menimbulkan permasalahan air asam batuan. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
merencanakan desain regrading, menghitung kebutuhan material, merancang check&#13;
dump, mengestimasi waktu pengerjaan dan menghitung biaya yang dibutuhkan untuk&#13;
rencana kegiatan reklamasi. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan lebar bench&#13;
sebesar 3,5 meter, kemiringan lereng tunggal sebesar 350, tinggi jenjang 8 meter dan&#13;
backslope 5%. Dengan bantuan software tambang didapat luasan area tahap 1 yaitu&#13;
19.537,182 m2, tahap 2 seluas 21.527,501 m2 dan tahap 3 seluas 13.086,461 m2. Pada&#13;
Tahap 1, didapatkan volume waste sebesar 18.935,13 BCM dan top soil sebanyak&#13;
3.907,43 BCM. Untuk kebutuhan clay, rencana timbunan 1 clay yang dibutuhkan&#13;
sebanyak 21.707,98 BCM, rencana timbunan 2 sebesar 52.967,47 BCM dan rencana&#13;
timbunan 3 sebesar 74.675,45 BCM. Sedangkan untuk rencana timbunan 4, dibutuhkan&#13;
setidaknya 1.953,72 m3 bentonite dan 19.537,18 m2 geotextile. Pada Tahap 2, didapatkan&#13;
volume waste yang dibutuhkan sebesar 102.726,9 BCM serta top soil sebanyak 4.305,5&#13;
BCM. Kebutuhan clay untuk rencana timbunan 1 dibutuhkan 23.919,45 BCM, rencana&#13;
timbunan 2 memerlukan 58.363,45 BCM, dan rencana timbunan 3 memerlukan 82.282,89&#13;
BCM. Selain itu, untuk rencana timbunan 4 diperlukan setidaknya 2.152,75 m3 bentonite&#13;
dan 21.527,50 m2 geotextile. Dan Tahap 3, volume waste yang didapatkan sebesar&#13;
59.765,3 BCM dan top soil sebanyak 2.617,3 BCM, kebutuhan clay untuk rencana&#13;
timbunan 1 memerlukan 14.540,5 BCM, rencana timbunan 2 memerlukan 35.478,84&#13;
BCM, dan rencana timbunan 3 memerlukan 50.019,36 BCM, rencana timbunan 4&#13;
memerlukan setidaknya 1.308,65 m3 bentonite dan 13.086,46 m2 geotextile. Dengan&#13;
estimasi waktu pengerjaan regrading berkisar dari 37 hingga 151 hari, dan untuk kegiatan&#13;
revegetasi diestimasikan selama 19 hari untuk tahap 1, tahap 2 selama 24 hari dan tahap 3&#13;
selama 13 hari. Untuk check dump didapatkan volume total sebesar 10.565,62 m3 dengan&#13;
pengerjaan selama 14 hari. Adapun biaya total reklamasi berbeda-beda tergantung pada&#13;
rencana timbunan yang dipakai, biaya total tersebut berkisar dari Rp 451.223.407 hingga&#13;
yang terbesar Rp 35.365.018.549.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2023-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>