<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kajian Teknis Penentuan Geometri Peledakan untuk&#13;
Meningkatkan Nilai Perolehan Hasil Peledakan&#13;
CV. Triarga Nusatama (TNT), Desa Lareh Sago&#13;
Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera&#13;
Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Gestio Sesar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yulindo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Aktivitas penambangan yang dilakukan oleh CV. Triagra Nusatama terfokus&#13;
terhadap drilling and blasting. Berdasarkan hasil peledakan yang telah dilakukan di&#13;
area kuasa penambangan sebelumnya masih ditemukan boulder dengan ukuran yang&#13;
sangat besar. Akan tetapi hal tersebut merupakan salah satu tujuan dari kegiatan&#13;
peledakan di CV. Triagra Nusatama yang menginginkan hasil fragmentasi dari&#13;
kegiatan peledakan dalam ukuran 40 – 80 cm. Karena area penambangan&#13;
CV. Triagra Nusatama masih menggunakan metode konvensional atau pemindahan&#13;
hasil peledakannya dengan cara rock sliding dari lokasi peledakan ke lokasi stockpile&#13;
dan harapannya batuan dari hasil peledakan setelah sampai ke lokasi stockpile tidak&#13;
dalam ukuran yang tidak bisa digunakan atau menjadi butiran akibat tergerus dan&#13;
tertekan oleh batuan lain selama kegiatan pemindahan batuan hasil peledakan..&#13;
Berdasarkan pengamatan dan pengukuran di lapangan, geometri peledakan&#13;
aktual saat ini didapatkan fragmentasi batuan hasil peledakan ukuran 40-80 cm&#13;
sebesar 35,41 % (perhitungan Split Dekstop). Selanjutnya dilakukan rancangan&#13;
geometri peledakan untuk mengoptimumkan distribusi fragmentasi peledakan&#13;
dengan rumusan R. L Ash, ICI-Explosive dan kombinasi rumusan ICI-Explosive&#13;
dengan penyesuaian kondisi lapangan.&#13;
Berdasarkan hasil perhitungan fragmentasi menggunakan rumusan Kuz-Ram,&#13;
maka dipilih geometri peledakan usulan II karena apabila dilihat dari penggunaan&#13;
powder factor dan volume batuan yang dibongkar usulan II lebih ekonomis&#13;
dibandingkan aktual dan usulan I, dan hasil fragmentasi ukuran 40 – 80 cm yang&#13;
dihasilkan lebih besar atau hasil merupakan target yang diinginkan oleh perusahaan.&#13;
Dan apabila dibandingkan dengan geometri usulan III, pada geometri III terdapat&#13;
perbedaan penggunaan bahan peledak yang lebih sedikit, volume yang terbongkar&#13;
lebih besar, dan hasil fragmentasi ukuran 40 – 80 cm lebih besar, akan tetapi&#13;
perbedaan hasil fragmentasi ukuran 40 – 80 cm hanya 7,07 m3 dari usulan II dan&#13;
hasil fragmentasi memiliki nilai boulder yang besar yang sehingga memerlukan&#13;
breaker untuk mengecilkan ukuran hasil peledakan sebelum dilanjutkan ke lokasi&#13;
stockpile</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>