<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Kajian Laju Infiltrasi Akhir pada DAS Batang Kandih Kota&#13;
Padang Ditinjau dari Perbedaan Litologi Batuan, Tutupan&#13;
Lahan, Kadar Air, Porositas Batuan, Konduktivitas&#13;
Hidrolik Jenuh, Kepadatan. dan Matric Suction</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ermaningsih</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ermaningsih</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Laju infiltrasi adalah jumlah air yang masuk ke dalam tanah per satuan&#13;
waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi akhir ditinjau dari&#13;
perbedaan litologi batuan, tutupan lahan, kadar air, porositas batuan, konduktivitas&#13;
hidrolik jenuh, kepadatan, dan matric suction. Studi kasus penelitian dilakukan di&#13;
DAS Batang Kandih Kecamatan Koto Tangah Kota Padang pada 15 titik dengan&#13;
grid 1,5 km x 1,5 km.&#13;
Metode penelitian dilakukan dengan double ring infiltrometer untuk laju&#13;
infiltrasi; handboring untuk litologi batuan; falling head dan constant head untuk&#13;
konduktivitas hidrolik jenuh; sandcone untuk kepadatan tanah, tensiometer untuk&#13;
matric suction; serta pengujian sifat fisik sampel tanah di laboratorium. Analisis&#13;
data dilakukan dengan pemodelan spasial dan analisis statistik, sehingga&#13;
didapatkan model penyebaran laju infiltrasi akhir serta hubungan antara kadar air,&#13;
porositas batuan, konduktivitas hidrolik jenuh, kepadatan, dan matric suction&#13;
terhadap laju infiltrasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan laju infiltrasi akhir adalah 0,128 cm/menit,&#13;
yang berarti zonasi resapan berada pada zona VI/E, dengan kemampuan resapan&#13;
sangat rendah. Melalui pemodelan statistik didapatkan nilai Y = 49,973 X1 +&#13;
0,017 X2 + 0,791 X3 – 0,003 X4 + 0,008 X5 + 0,418 dengan Y = Laju Infiltrasi,&#13;
X1 = Konduktivitas, X2 = Porositas Batuan, X3 = Kepadatan, X4 = Kadar Air,&#13;
X5 = Matric Suction. Nilai R2 adalah 0,83 yang berarti 83 % laju infiltrasi&#13;
dipengaruhi oleh variabel tersebut dan 17 % lainnya dipengaruhi oleh variabel&#13;
lain. Debit air yang mampu diresapkan ke dalam air tanah adalah 76.775,58&#13;
m3/jam/km2 maka volume air yang mampu diresapkan per jam nya ialah&#13;
76.775,58 m</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>