<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Rekonsiliasi Rencana Sequence Penambangan&#13;
dengan Realisasi di Pit 1 Timur Banko Barat pada Bulan Mei 2021 di PT.&#13;
Bukit Asam, Tbk. Tanjung Enim, Sumatera Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Didan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ramaddandy</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pit 1 Timur Banko Barat, PT. Bukit Asam,Tbk dalam proses penambangan sering terjadinya ketidaksesuaian yaitu over-stripping, overcut dan undercut dari hasil rekonsiliasi antara mineplan design dengan realisasi di lapangan. Ketidaksesuaian dapat terjadi berulang kali disetiap bulannya dikarenakan adanya material undercut, dibuktikan dengan data hasil rekonsiliasi pada bulan Maret dan April 2021. Maka dibutuhkan rekonsiliasi pada bulan Mei 2021 untuk mengetahui ketidaksesuaian antara mineplan design dengan realisasi, mendapatkan faktor penyebab dan solusi untuk meminimalisir ketidaksesuaian yang terjadi. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui ketidaksesuaian pada bulan Mei 2021 dengan cara melakukan Overlay peta kemajuan tambang dengan Mineplan Design, membuat Cross Section, menghitung volume hasil penambangan akhir bulan, menganalisis faktor penyebab dengan data aktual lapangan untuk mendapatkan solusi dari masalah tersebut. Hasil analisis terbukti bahwa pada bulan Mei 2021 terjadinya ketidaksesuaian Over-Stripping, Overcut dan Undercut secara berurutan untuk overburden sebesar 226.950,79 BCM, 147.927,12 BCM dan 491.891,14 BCM sedangkan untuk batubara sebesar 59.249,65 Ton, 77.733,18 Ton dan 134.776,15 Ton. Dari hasil analisis penyebab ketidaksesuaian adalah jumlah dan penempatan fleet yang tidak sesuai dengan rencana, rendahnya produktivitas alat gali muat dan angkut, ketidakserasian alat mekanis yang digunakan dan faktor pengawasan. Ketidaksesuaian tersebut berdampak dengan meingkatnya stripping ratio untuk rencana bulan berikutnya. Upaya yang dapat diterapkan untuk meminimalisir ketidaksesuaian tersebut adalah mengganti beberapa alat gali muat pada kedua fleet dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari sebelumnya, menambahkan patok batas penambangan dengan seoptimal mungkin dan meingktakan pengawasan terhadap pekerjaan dilapangan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2021-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>