<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis&#13;
Pengaruh Kecepatan Aliran Udara terhadap Penurunan Temperatur Efektif pada&#13;
Alat Simulasi Ventilasi Tambang Bawah Tanah</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dhoni</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syaputra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pada tambang bawah tanah sistem ventilasi sangat berperan penting dalam&#13;
hal pemenuhan kebutuhan udara pernafasan pekerja, membersihkan udara kotor,&#13;
gas-gas beracun, konsentrasi debu, mengatur panas dan kelembaban udara di&#13;
dalam tambang. Masalah yang sering terjadi di penambangan bawah tanah,&#13;
khususnya di Sawahlunto adalah tingginya suhu temperatur di front penambangan&#13;
pekerja, sehingga keamanan dan kenyamanan para pekerja tidak sesuai lagi&#13;
dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Kepmen 555K/MPE/1990. Untuk&#13;
mengatasi masalah tersebut, perlu dibuat sistem ventilasi yang dapat menurunkan&#13;
suhu yang panas menjadi suhu temperatur yang efektif.&#13;
Untuk memenuhi standar kebutuhan udara dan suhu temperatur yang&#13;
efektif di front penambangan, penulis mencoba untuk melakukan percobaan&#13;
dengan alat simulasi ventilasi tambang bawah tanah yang berada di laboratorium&#13;
tambang FT.UNP, percobaan dilakukan dengan mengalirkan perbedaan kecepatan&#13;
aliran udara dengan mempergunakan fan hisap, fan hembus 16”, fan hembus 20”&#13;
variasi 3 kecepatan tanpa penambahan air dan fan hembus 20” variasi 3 kecepatan&#13;
dengan pengaturan penambahan air Minimum, Medium, dan Maximum ke alat&#13;
simulasi ventilasi tambang bawah tanah tersebut.&#13;
Berdasarkan data yang didapat pada titik-titik point pengukuran yang&#13;
menggunakan alat Digital Anemometer dan Digital Sling Psychometer, maka&#13;
didapatkanlah kesimpulan bahwa dengan rata-rata kenaikan kecepatan aliran&#13;
udara sebanyak 30 % mampu menurunkan suhu temperatur efektif sebesar 15%.&#13;
Pada penelitian ini, Suhu temperatur terendah berada pada titik point B, pada&#13;
percobaan yang menggunakan fan hembus 20” kecepatan high dengan pengaturan&#13;
penambahan air Maximum, yakni 15,40C (turun dari 19,80 C, atau sebesar 28,5%&#13;
dengan mempergunakan tipe fan dengan kecepatan yang sama, tetapi tanpa&#13;
penambahan air) dengan kecepatan aliran udara sebesar 5,22 m/detik, (naik dari&#13;
3,20 m/detik, atau sebesar 63 % dengan mempergunakan tipe fan dengan&#13;
kecepatan yang sama, tetapi tanpa penambahan air</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2019-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>