<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Karakteristik Coal Oil Mixture sebagai Bahan&#13;
Bakar Diesel Alternatif dari Batubara Peringkat Rendah di&#13;
PT. Nusa Alam Lestari Site Sinamar Dharmasraya&#13;
Sumatera Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Deni</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syahputra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Coal oil mixture (COM) merupakan salah satu metode pembuatan bahan&#13;
bakar batubara cair selain likuifaksi dan coal water fuel. Coal oil mixture (COM)&#13;
merupakan bahan bakar campuran dengan komposisi yang seimbang antara batubara,&#13;
minyak bumi, dan zat additif (Maeda, 1991 : 66).&#13;
Pada penelitian ini, batubara yang digunakan adalah batubara peringkat&#13;
rendah yang di campur dengan zat aditif dan solar. Adapun rasio batubara:solar:zat&#13;
aditif yang digunakan adalah 25%:75%:0% (COM A1), 25%:74%:1%, (COM A2)&#13;
dan 25%:73%:2% (COM A3).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik viskositas yang di ujikan pada&#13;
COM A1, A2, A3 lebih mendekati MDO dibandingkan HFO sebagaimana standar&#13;
ISO 8217 2010 viskositas MDO (Marine Diesel Oil) dengan batas maksimal 11 cSt&#13;
pada suhu 400c. Adapun nilai kalori COM A1, A2, A3 lebih rendah dibandingkan&#13;
MDO dikarenakan pemanfaatan batubara kalori rendah dalam campurannya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>