<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Balik Kestabilan Lereng pada Pit Eagle 1 PT.&#13;
Bumi Karya Makmur Jobsite PT. IPC Bantuas, Samarinda, Kalimantan&#13;
Timur</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Deki</mods:namePart><mods:namePart type="family">Irawan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Bumi Karya Makmur merupakan salah satu perusahaan yang bergerak&#13;
di bidang kontraktor pertambangan Batubara. PT. Bumi Karya Makmur&#13;
kontraktor pertambangan yang dipercaya oleh PT. Internasional Prima Coal&#13;
selaku pemegang IUP OP (Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi) untuk&#13;
melakukan kegiatan penambangan batubara yang terletak di Bantuas, Kecamatan&#13;
Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Penambangan dilakukan&#13;
dengan metode Open Pit Mining. Pada bulan Mei 2021 terjadi longsoran pada&#13;
lereng Pit Eagle 1 bagian barat yang mengakibatkan aktifitas penambangan&#13;
tergangu karena front kerja yang tertimbun material longsoran lereng, longsoran&#13;
disebabkan oleh geometri aktual lereng di lapangan yang terlalu terjal 80o untuk&#13;
single slope dan terdapat genangan air di atas lereng yang membuat lereng berada&#13;
pada keadaan jenuh.&#13;
Analisis kestabilan lereng area barat Pit Eagle 1 menggunakan metode&#13;
Probabilistik Monte Carlo, dimana data awal soil: kohesi (c) = 93,272 kN/m2 dan&#13;
sudut geser dalam (ϕ) = 20,122˚; sandstone: (c) = 87,886 kN/m2 dan (ϕ) = 28,014;&#13;
mudstone: c = 129,983 kN/m2 dan ϕ = 31,317˚. Analisis nilai Faktor Keamanan&#13;
(FK), Probabilitas Kelongsoran (PK) dan rekomendasi geometri lereng&#13;
menggunakan metode Bishop Simplified.&#13;
Hasil dari penelitian yaitu, pertama nilai faktor keamanan lereng pada Pit&#13;
Eagle 1 pada keadan jenuh sebelum longsoran yaitu 1,253 dengan nilai&#13;
probabilitas kelongsoran 0%, pada keadaan setengah jenuh FK 1,602 dengan nilai&#13;
probabilitas kelongsoran 0% dan pada keadaan kering dengan nilai FK 1,802&#13;
dengan nilai probabilitas kelongsoran 0%. Kedua Analisis balik pada area&#13;
longsoran Pit Eagle 1 menghasilkan nilai parameter geoteknik Soil (C) = 88,6&#13;
kN/m2 (ϕ) = 20,122o; Sandstone: (c) = 87,886 kN/m2 dan (ϕ) = 28,014; Mudstone&#13;
(C) = 69.65 kN/m2 (ϕ) = 23.316o. Ketiga rekomendasi geometri lereng Pit Eagle&#13;
1 dengan ketinggian overall slope 40 meter yaitu dengan overall slope angle 52˚&#13;
dengan tinggi single slope 8 meter lebar bench 5 meter dan single slope angle&#13;
untuk material Soil dan Sandstone adalah 80˚ sedangkan untuk single slope angle&#13;
untuk material Mudstone adalah 70o</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2022-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>