<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Metode&#13;
Penampang dan Geostatistik pada Area DDU Blok Timur di&#13;
PT. Indoasia Cemerlang Site Sungai Cuka, Kecamatan&#13;
Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Byma</mods:namePart><mods:namePart type="family">Bryanco</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Britmindo (British Mining Indonesia) merupakan salah satu&#13;
perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang tambang batubara di Indonesia&#13;
dengan kantor pusat di Ragunan, Jakarta Selatan. Sebagai Konsultan, PT.&#13;
Britmindo mempunyai banyak klien yang tersebar diseluruh Indonesia salah&#13;
satunya adalah PT. Indoasia Cemerlang yang berlokasi di Desa Sungai Cuka,&#13;
Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan yang&#13;
menjadi lokasi penelitian penulis. Pada saat ini PT. Indoasia Cemerlang sedang&#13;
melakukan eksplorasi batubara pada area DDU Blok Timur Seluas kurang lebih&#13;
7 Ha, dimana terdapat 27 titik bor. Pada daerah ini belum dilakukan estimasi&#13;
sumberdaya batubara, mengingat pentingnya estimasi sumberdaya sebelum&#13;
melakukan kegiatan penambangan. Dengan melakukan estimasi sumberdaya&#13;
dapat diketahui total tonase dan model endapan.&#13;
Estimasi sumberdaya dilakukan dengan metode penampang dan&#13;
geostatistik yaitu ordinary kriging. Pada metode penampang dimana menghitung&#13;
volume dari tiap sayatan yang telah dibuat searah dengan arah seam batubara.&#13;
Sedangkan dengan metode ordinary kriging dimana metode ini digunakan pada&#13;
saat rata-rata ketebalan tidak diketahui, kemudian mengestimasi nilai ketebalan&#13;
dari suatu blok yang belum diketahui nilai ketebalannya baik secara vertikal&#13;
maupun horizontal, sehingga akan diperoleh suatu model endapan yang berbentuk&#13;
blok model secara tiga dimensi. Setelah didapatkan bentuk model endapan&#13;
kemudian akan dihitung volumenya sehingga akan didapatkan suatu hasil estimasi&#13;
sumberdaya batubara.&#13;
Pada lokasi penelitian terdapat 1 seam yaitu seam A dengan masing-&#13;
masing split yaitu A, A1, A2,. Hasil estimasi menggunakan metode penampang&#13;
pada seam A adalah 60.979 ton, seam A1 adalah 21.236 ton, dan seam A2 adalah&#13;
37.159 ton batubara, dengan ketebalan tanah penutup (overburden) dari topo-top&#13;
seam A adalah 674,908 m³, interburden adalah 48.414 m³. Hasil estimasi&#13;
menggunakan metode ordinary kriging didapatkan bentuk model endapan dan&#13;
total tonase dari batubara. Total dari tonase batubara pada seam A, adalah sebesar&#13;
499.590 ton, pada seam A1 adalah 244.530 ton, dan seam A2 adalah 204.750 ton.&#13;
Dari perhitungan ini didapatkan luas, volume, dan tonase batubara pada daerah&#13;
penelitian</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>