%D 2019 %T Perencanaan Alat Uji Konduktivitas Termal Bahan %A Rahmat Syukri %I Universitas Negeri Padang %L repounp42850 %X Saat ini masih banyak bahan teknik yang belum diketahui nlai konduktivitas termal bahannya. Penelitian tentang nilai konduktivitas termal bahan teknik saat ini terhambat oleh tidak tersedianya alat uji konduktivitas termal bahan tersebut, terutama di Jurusan Teknik Mesin FT UNP. Hal ini menjadi faktor lambatnya perkembangan penelitian dibidang konduktivitas termal bahan ini. Tujuan penelitian yang akan dilakukan adalah merencanakan suatu rekayasa alat konduktivitas termal bahan dan mengetahui beberapa nilai konduktivitas termal bahan teknik yang belum diketahui nilainya agar nantinya menjadi salah satu alternatif dalam bahan teknik. Penelitian tentang alat uji konduktivitas termal bahan menggunakan metode eksperimen untuk merancang alat uji yang bekerja berdasarkan persamaan konduktivitas termal. Pada alat uji ini nilai konduktivitas termal bahan uji didapatkan dari analisis selisih kenaikan suhu masuk dan suhu keluar yang diterima suatu benda uji (dT) dengan nilai ketebalan bahan uji (dX), kalor (Watt),dan luas permukaan bahan uji (m 2). Sumber kalor alat uji ini berasal dari daya listrik PLN untuk menghidupkan elemen pemanas. Nilai suhu masuk dan keluar pada alat didapatkan dari indikator yang ditunjukkan termometer digital. Prinsip kerja alat ini untuk mendapatkan suhu sebelum dan setelah merambat pada bahan uji atau suhu masuk dan suhu keluar pada pengujian. Hasil dari pengujian alat uji konduktivitas termal bahan yang sudah dibuat terhadap beberapa bahan uji mendapatkan hasil sebagai berikut kayu sebesar 4,14W/m. 0C, Komposit Serat Ijuk 3,74 W/m.0 C, Komposit Serat Sabut kelapa 3,75 W/m.0C, Komposit Serat Ijuk dan Sabut kelapa 3,77 W/m. 0C. Hasil pengujian dengan menggunakan rancangan alat konduktivitas termal yang dirancang telah akurat dikarenakan hanya terdapat perbedaan sebesar 3,78 W/m.0C pada kayu dan 3,54 W/m.0C pada komposit sesuai dengan penelitian relevan pada bahan sejenis.Hal ini dikarenakan faktor perbedaan jenis dan material pembentuk bahan uji.