%A Meri Sanda %I Universitas Negeri padang %T Hubungan Antara Persepsi Karyawan tentang Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Frekuensi Kecelakaan Kerja di Areal Penambangan PT. Semen Padang %D 2014 %K MANAJEMEN K3 DAN FREKUENSI KECELAKAAN KERJA %L repounp42847 %X : Penelitian ini berawal dari pengamatan peneliti terhadap tingkat kecelakaan kerja di PT. Semen Padang yang mengalami peningkatan dari bulan ke bulan selama bulan Januari–September tahun 2012. Walaupun dalam rentang tahun terjadi kecelakaan kerja penurunan frekuensi kecelakaan kerja tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi karyawan mengenai manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dengan frekuensi kecelakaan kerja di PT. SemenPadang. Penelitian ini bersifat penelitian jenis korelasional dengan populasi adalah seluruh karyawan PT. Semen Padang dan sampel adalah karyawan PT. Semen Padang yang aktif bekerja sejak tahun 2010. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling, yaitu metode sampling yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap populasi untuk dipilih menjadi sampel, dengan menggunakan sampel insidental yaitu siapa saja secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel dengan kategori cocok sebagai sumber data, yang jumlahnya 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) dengan skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis melalui analisis deskripsi dan korelasi dengan bantuan Program Komputer SPSS versi 18.00. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif cukup kuat dan signifikan antara persepsi karyawan mengenai manajemen K3 dengan frekuensikecelakaankerjadiPT.SemenPadangdenganrhitung0,756beradapada rtabel >0,756-0,5 dan pada taraf Signifikan 0,00. Artinya semakin baik persepsi karyawan terhadap manajemen K3 maka semakin rendah tingkat frekuensi kecelakaan kerja di PT. Semen Padang. Disarankan kepada pihak manajemen agar tetap menjaga persepsi karyawan di PT.Semen Padang sehingga akan menurunkan frekuensi kecelakaan kerja.