<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Pengaruh Geometri Jalan Pit Majapahit Beserta Total Resistance Terhadap Speed dan Fuel Ratio Komatsu HD 785-7 PT. Kalimantan Prima Persada Site PCN Desa Sebamban Kec. Sungai Loban, Kab.Tanah Bumbu Kalimantan Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lukman</mods:namePart><mods:namePart type="family">Firmansyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Kalimantan Prima Persada merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan batubara, salah satu jobsite nya yaitu PT. PCN (Prolindo Cipta Nusantara) Pit lokasi tambang bernama Pit Majapahit. Pada Pit Majapahit dibuat jalan baru yang berfungsi untuk jalan pengangkutan overburden yaitu Jalan Arjunasastra dan Jalan Putri Gunung Buih. Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak segmen jalan yang memiliki geometri jalan tidak ideal, mulai dari Cross Slope belum sesuai yang nilai idealnya 2-5% namun kondisi aktual hanya sekitar 1,5%, belum adanya tali air, lebar jalan tidak ideal dimana memiliki lebar kurang dari 25 meter dengan nilai idealnya 25 meter, dan belum ada Separator (Median). Akibat geometri jalan tidak ideal, menyebabkan kondisi jalan menjadi buruk mengakibatkan speed alat angkut tidak tercapai. Berdasarkan data Speed alat angkut Komatsu HD 785-7 kondisi bermuatan dan kosongan di bulan Maret hingga April, didapatkan 35.48 Km/Jam dan 12.01 Km/Jam. Hal ini belum sesuai target perusahaan, dimana target speed alat angkut HD 785-7 kondisi bermuatan sekitar 17 Km/Jam dan kondisi kosongan 50 Km/Jam. Akibat speed tidak tercapai, maka berpengaruh ke produksi alat angkut Bulan Maret-April, berdasarkan data produksi alat angkut Komatsu HD 785-7 aktual 231.860 Bcm namun target dari perusahaan 288.000 Bcm. Akibat produksi tidak tercapai, maka berpengaruh ke nilai fuel ratio alat angkut. Berdasarkan data fuel ratio alat angkut aktual 0.68 Bcm/Jam namun target dari perusahaan 0.54 Bcm/Jam. Oleh sebab itu, perlu kajian teknis geometri jalan untuk optimalkan speed alat angkut dan analisis nilai pengaruh total resistance terhadap speed dan fuel ratio. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, pengaruh total resistance terhadap speed yaitu berbanding terbalik maksudnya jika total resistance naik maka speed turun. Dan pengaruh total resistance terhadap fuel ratio berbanding lurus maksudnya jika total resistance naik maka fuel ratio naik. Hal ini sesuai dengan hasil perbaikan. Setelah dilakukan perbaikan, didapatkan nilai speed kondisi bermuatan naik menjadi 17.91 Km/Jam dan kondisi kosongan menjadi 50.05 Km/Jam sehingga naik sekitar 40%, untuk produksi alat angkut naik menjadi 294.307 Bcm/Jam sehingga naik 23,52% dan fuel ratio menurun menjadi 0,54 Bcm/Jam sehingga fuel ratio turun 25,93%.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2022-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;TEKNIK PERTAMBANGAN FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>