<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Desain Pit Tambang Air Laya Extention Utara&#13;
Tahun 2016 – 2020 PT. Bukit Asam (persero). Tbk Unit&#13;
Pertambangan Tanjung Enim Provinsi Sumatera Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Friska</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahayu</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Bukit Asam (Persero). Tbk UPTE merupakan perusahaan tambang&#13;
batubara dengan Izin Usaha Pertambangan untuk Tambang Air Laya seluas 7.621&#13;
Ha, Muara Tiga Besar 3.300 Ha, dan Banko Barat 4.500 Ha. Dari luas Izin Usaha&#13;
Pertambangan yang ada total cadangan yang tertambang sebesar 1,2 miliar ton.&#13;
Potensi Batubara di PT.Bukit Asam (Persero). Tbk UPTE saat ini memungkinkan&#13;
untuk ditingkatkan lagi dengan memberikan prioritas yang lebih besar pada&#13;
pengembangan dan pemanfaatannya. Oleh karena itu PT.Bukit Asam (Persero).&#13;
Tbk UPTE dari tahun ke tahun terus berupaya untuk mengoptimalkan produksi&#13;
batubaranya sehingga perusahaan merencanakan perluasan wilayah tambang di&#13;
daerah Tambang Air Laya Ex_Utara dengan perencanaan jangka menengah yaitu&#13;
jangka waktu antara 1-5 tahun.&#13;
Dalam merencanakan perluasan daerah penambangan maka diperlukan&#13;
perhitungan cadangan. Perhitungan cadangan merupakan pekerjaan yang penting&#13;
sebelum masuk ke dalam perencanaan tambang. Melalui perhitungan cadangan&#13;
yang akurat dan pemodelan yang mendekati dengan keadaan sebenarnya di&#13;
lapangan dapat ditentukan perencanaan penambangan selanjutnya antara lain&#13;
penentuan produksi, cara penambangan yang dilakukan, dan bahkan&#13;
memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam melakukan usaha&#13;
penambangan.&#13;
Dari hasil analisis dan perhitungan yang telah dilakukan, elevasi dari desain&#13;
pit yaitu 99 mdpl sampai -169,8 mdpl. Volume total burden pada tahun pertama&#13;
adalah 38.314.206,7 BCM dan tonase batubara sebesar 3.707.134,91 ton. Untuk&#13;
tahun kedua total burden adalah 121.629.491,94 BCM dan total batubara&#13;
44.106.003,68 ton, pada tahun ketiga 71.333.418,24 BCM dan total batubara&#13;
15.813.678,35 ton, pada tahun keempat total burden 45.419.128,11 dan batubara&#13;
6.195.417,92 ton, pada tahun kelima total burden 62.115.996,30 BCM dan total&#13;
batubara 11.590.902,39 ton dengan SR 4,1 atau 1: 4,1 . Sedangkan jalan akses&#13;
tambang dibuat dengan lebar 20 meter dan grade jalan 8% disesuaikan dengan alat&#13;
angkut terbesar yang dipakai oleh perusahaan dengan lebar alat angkut itu sendiri&#13;
adalah 5,666 m dan lebar pada roda 1,8 m dengan sudut penyimpangan roda&#13;
depan 41°.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>