<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi dan Perbaikan Jalan Tambang&#13;
Menggunakan Software Garmin Virb Xe di&#13;
PT Riung Mitra Lestari Job Site Embalut&#13;
Kalimantan Timur</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Argi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Saputra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT Riung Mitra Lestari sebagai perusahaan yang bergerak dibidang&#13;
kontraktor tambang dengan produk utama yaitu produksi overburden dan coal, juga&#13;
sangat bergantung terhadap ketercapaian produksi. Berdasarkan data dari&#13;
departemen engineering bahwa pada bulan Juni 2017 terjadi kehilangan produksi&#13;
sebesar 203.437 BCM. Secara garis besar penyumbang productivity dapat dibagi&#13;
menjadi 3 area, yaitu front loading, main road dan disposal area. Main road atau&#13;
jalan tambang sangat mempengaruhi productivity alat muat serta kesesuaiannya&#13;
dengan alat angkut (DT). PT Riung Mitra Lestari dalam bulan Desember 2017&#13;
mendatangkan alat baru bernama Garmin VIRB XE. Sebuah perangkat keras yang&#13;
dioperasikan melalui jaringan wireless ke ponsel dan komputer. Beberapa vitur&#13;
penting yang ada di alat ini seperti foto, video, kecepatan, koordinat, elevasi dan&#13;
kemiringan jalan. Garmin VIRB Xe dapat dipergunakan untuk merekam kondisi&#13;
jalan dari dalam unit berupa video dan juga menghasilkan kecepatan DT.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimbulkan beberapa&#13;
hal. Pertama, segmen jalan yang bermasalah antara lain lebar jalan yang tidak sesuai&#13;
standar terutama jalur keluar Front Ex 423, grade jalan yang mencapai 10,1%,&#13;
kondisi fisik jalan tambang yang tidak rata serta bebas dari material lepas. Kondisi&#13;
jalan yang tidak standar menyumbangkan 10,293 BCM ketidak tercapaian prduksi.&#13;
Langkah perbaikan yang dilakukan adalah alokasi 1 unit DZ 85 untuk pelebaran&#13;
jalan, pembuatan jalan baru untuk adjust grade jalan, serta penimbunan dengan&#13;
material keras. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah adanya peningkatan&#13;
kecepatan alat angkut dari 22,3 Km/Jam menjadi 26,1 Km/Jam, serta menekan&#13;
angka kerusakan pada suspensi unit dari 16,3 kali perbulan sebelum perbaikan&#13;
menjadi 7,1 kali perbulan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2019-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>