<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Kestabilan Terowongan pada Tunnel # 11 Kereta&#13;
Cepat Jakarta – Bandung dengan Menggunakan Metode&#13;
Elemen Hingga</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Aprig</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ustianto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Terowongan 11 Memiliki panjang total 1,1 km. Bentuk penampang&#13;
terowongan 11 tapal kuda dengan lebar 15 meter dan tinggi 13 meter. Dari analisis&#13;
klasifikasi rock mass rating (RMR), rekomendasi penggalian pada terowongan 11&#13;
dengan metoda full face. Sedangkan penggalian aktual di lapangan dengan metoda&#13;
top Heading and benching. Berdasarkan permasalah tersebut diperlukan&#13;
rancangan kestabilan terowongan dengan menggunakan metode elemen hingga&#13;
(finite element). Analisis kestabilan terowongan dengan menggunakan metoda&#13;
penggalian full face berdasarkan nilai RMR, kestabilan terowongan dengan&#13;
metoda penggalian top heading and bench dan penyangga yang optimal&#13;
berdasarkan simulasi yang dilakukan. Analisis kestabilan terowongan ditinjau&#13;
dari nilai strength factor dan displacement pada terowongan. Berdasarkan&#13;
analisis dengan metoda penggalian full face, pada dinding kiri tanpa penyangga&#13;
didapatkan nilai strength factor paling rendah yaitu 6,3 dan nilai displacement&#13;
paling besar yaitu 1,69 cm. Dengan penggalian dengan metoda top heading and&#13;
benching pada dinding kiri lower tanpa penyangga didapatkan nilai strength&#13;
factor paling kecil yaitu 5,2 dan nilai displacement paling besar yaitu 1,7 cm.&#13;
Nilai strength factor dengan metoda penggalian full face dengan top heading and&#13;
benching nilai ambang batas faktor keamanan sesuai dengan KEPMEN&#13;
1827K/MEM/30/2018 dan nilai ambang deformasi sesuai dengan japan society&#13;
civil engineers (JSCE). Berdasarkan simulasi permodelan kestabilan terowongan&#13;
dari segi ekonoomis dan analisis kestabilannya, maka penyanggaan yang optimal&#13;
pada terowongan 11 yaitu shotcrete K-175 #10 mm dengan penggalian top&#13;
heading and benching.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2021-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>