<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Rencana Teknis Sistem Penyaliran Tambang Tahun 2014-&#13;
2019 di Pit Kibang, PT. Bakti Nugraha Yuda, Ogan&#13;
Komering Ulu, Sumatera Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dede</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hernandest</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT. Bakti Nugraha Yuda merupakan salah satu perusahaan pertambangan&#13;
batubara yang berlokasi di desa Terusan, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten&#13;
Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Sistem penambangan yang digunakan&#13;
adalah sistem tambang terbuka, konsekwensi dengan penggunaan sistem ini&#13;
adalah sangat tergantung kepada cuaca terutama hujan. Air hujan yang masuk ke&#13;
areal penambangan akan sangat mempengaruhi produksi batubara.&#13;
PT. Bakti Nugraha Yuda mempunyai tiga pit penambangan yaitu pit D, pit&#13;
SP, dan pit Kibang. Proses pengambilan batubara baru berjalan 1 minggu di pit&#13;
kibang dan lahan yang dibuka oleh pihak perusahaan sudah dari 2 tahun yang lalu.&#13;
Melihat kondisi ini, adanya permasalahan air di lokasi penambangan dikarenakan&#13;
belum adanya rencana sistem penyaliran. Untuk mengatasi hali ini, perlunya&#13;
perhitungan debit air yang masuk ke lokasi penambangan, baik air yang berasal&#13;
dari air hujan ataupun air tanah. Selain itu, perlunya dilakukan perencanaan&#13;
dimensi saluran terbuka, kolam pengendapan lumpur, sumuran (sump), dan&#13;
kebutuhan pompa. Dari hasil pengukuran didapatkan 2 luas total daerah&#13;
tangkapan hujan yaitu untuk luas DTH I 3,53 ha dan luas DTH II 9,27 ha dengan&#13;
curah hujan maksimum 5,1757 mm/jam dan debit air tanah sebesar 45,57 m3/jam&#13;
maka diperkirakan air yang akan masuk ke lokasi penambangan sebesar 547,2&#13;
m3/jam dikurangi besarnya evapotranspirasi 22,51 m3/jam sehingga volume air&#13;
yang harus dikeluarkan 492 m3/jam Dengan debit sebesar ini maka diperlukan&#13;
sump berbentuk trapesium untuk mengurangi longsoran dengan tinggi 6 m luas&#13;
bukaan atas 60 m x 35 m&#13;
Untuk mengeluarkan air diperlukan pemompaan dimana direncanakan&#13;
pompa tipe slurry pump MF-150 dengan rubber hose 6 inchi. Head total yang&#13;
harus diatasi untuk memompakan air dari sump menuju saluran terbuka adalah&#13;
13,5 m. Dari saluran terbuka air menuju kolam pengendap lumpur, air akan&#13;
mengalir secara overflow menuju kolam pengendap lumpur. Dari sini air baru&#13;
akan keluar menuju sungai dan diharapkan kualitas air sudah cukup bagus karena&#13;
sudah melewati 3 kompartemen di kolam pengendap lumpur.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>