@phdthesis{repounp42771, month = {August}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2014}, title = {Rencana Teknis Sistem Penyaliran Tambang Tahun 2014- 2019 di Pit Kibang, PT. Bakti Nugraha Yuda, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan}, author = {Hernandest, Dede}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42771/}, abstract = {PT. Bakti Nugraha Yuda merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di desa Terusan, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Sistem penambangan yang digunakan adalah sistem tambang terbuka, konsekwensi dengan penggunaan sistem ini adalah sangat tergantung kepada cuaca terutama hujan. Air hujan yang masuk ke areal penambangan akan sangat mempengaruhi produksi batubara. PT. Bakti Nugraha Yuda mempunyai tiga pit penambangan yaitu pit D, pit SP, dan pit Kibang. Proses pengambilan batubara baru berjalan 1 minggu di pit kibang dan lahan yang dibuka oleh pihak perusahaan sudah dari 2 tahun yang lalu. Melihat kondisi ini, adanya permasalahan air di lokasi penambangan dikarenakan belum adanya rencana sistem penyaliran. Untuk mengatasi hali ini, perlunya perhitungan debit air yang masuk ke lokasi penambangan, baik air yang berasal dari air hujan ataupun air tanah. Selain itu, perlunya dilakukan perencanaan dimensi saluran terbuka, kolam pengendapan lumpur, sumuran (sump), dan kebutuhan pompa. Dari hasil pengukuran didapatkan 2 luas total daerah tangkapan hujan yaitu untuk luas DTH I 3,53 ha dan luas DTH II 9,27 ha dengan curah hujan maksimum 5,1757 mm/jam dan debit air tanah sebesar 45,57 m3/jam maka diperkirakan air yang akan masuk ke lokasi penambangan sebesar 547,2 m3/jam dikurangi besarnya evapotranspirasi 22,51 m3/jam sehingga volume air yang harus dikeluarkan 492 m3/jam Dengan debit sebesar ini maka diperlukan sump berbentuk trapesium untuk mengurangi longsoran dengan tinggi 6 m luas bukaan atas 60 m x 35 m Untuk mengeluarkan air diperlukan pemompaan dimana direncanakan pompa tipe slurry pump MF-150 dengan rubber hose 6 inchi. Head total yang harus diatasi untuk memompakan air dari sump menuju saluran terbuka adalah 13,5 m. Dari saluran terbuka air menuju kolam pengendap lumpur, air akan mengalir secara overflow menuju kolam pengendap lumpur. Dari sini air baru akan keluar menuju sungai dan diharapkan kualitas air sudah cukup bagus karena sudah melewati 3 kompartemen di kolam pengendap lumpur.} }