<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis&#13;
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tambang Batubara Bawah&#13;
Tanah PT. Cahaya Bumi Perdana dalam Rangka Pembentukan Sistem&#13;
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Andri Van</mods:namePart><mods:namePart type="family">Deni</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman di PT Cahaya Bumi Perdana menjadi&#13;
penyebab utama kecelakaan yang menimbulkan kehilangan dan kerugian pada&#13;
manusia, kerusakan peralatan, mengganggu produksi dan lainnya. Jumlah&#13;
kecelakaan kerja yang cenderung naik, temperatur efektif yang berada antara 27-&#13;
29 oC, Gas penambangan yang berbahaya, minimnya pemakaian alat pelindung&#13;
diri, dan belum adanya identifikasi bahaya pada beberapa lingkungan kerja.&#13;
Berlatarkan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan&#13;
penerapan K3 perusahaan, statistik kecelakaan kerja, potensi bahaya yang ada di&#13;
lingkungan kerja serta merekomendasikan beberapa standard operating&#13;
procedure.&#13;
Penerapan K3 di perusahaan masih belum optimal, hal ini tampak pada minimnya&#13;
pekerja menggunakan APD serta dari hasil statistik kecelakaan kerja di&#13;
PT Cahaya bumi perdana dari tahun 2012 sampai 2017 menunjukkan terjadi nya&#13;
fluktuasi tingkat keparahan dan kekerapan kecelakaan, dengan rata rata nilai FR&#13;
sebesar 39,6 dan SR sebesar 38 hari hilang. bahaya tidak dapat sepenuhnya&#13;
dihilangkan, namun dapat diminimalsir. penelitian ini menggunakan metode JSA&#13;
dan JHA untuk mengidentifikasi dan menganalisis bahaya pada suatu pekerjaan.&#13;
JSA dan JHA digunakan untuk mengidentifikasi bahaya kerja di sistem ventilasi,&#13;
supporting, transportasi lori, dan penggalian batubara. setelah melakukan&#13;
identifikasi bahaya tersebut, sehingga untuk mengendalikannya akan diberikan&#13;
sebuah rekomendasi. Tidak hanya melakukan kegiatan identifikasi bahaya, namun&#13;
penelitian ini juga akan mebuat beberapa SOP. Dengan menganalisis pada kedua&#13;
persyaratan ini maka diharapkan dengan adanya JSA, JHA dan SOP akan&#13;
mempermudah dalam rangka pembentukan sistem manajemen keselamatan dan&#13;
kesehatan kerja.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>