%D 2016 %T Evaluasi Penggalian Kapal Keruk 19 Bangka 2 Untuk Meningkatkan Koefisien Hasil (KH) Laut Paya Kundur PT Timah (Persero) Tbk Wilayah Kepri dan Riau %A David David %I Universitas Negeri Padang %L repounp42768 %X PT Timah (Persero) Tbk Wilayah Kepri dan Riau memiliki daerah kuasa penambangan seluas  43.972 Ha. Dalam melakukan penambangan perlu adanya evaluasi penambangan untuk mengetahui masalah yang terjadi. Penambangan yang dilakukan pada wilayah ini menggunakan dua alat tambang utama yaitu kapal keruk dan kapal isap produksi. Evaluasi penambangan pada kapal keruk dilakukan dengan cara melakukan kegiatan sampling pada bucket kapal keruk saat melakukan penambangan. Sampel yang didapat dari kegiatan sampling pada Kapal Keruk 19 Bangka 2 dilakukan analisis ayak dan mikroskop. Hasil dari kegiatan sampling yang dilakukan berupa T sampling. Sampling dilakukan 4 kali dalam sebulan dengan hasilnya yaitu: T sampling pertama adalah 0,134 kg/m3, T sampling kedua adalah 0,231 kg/m3, T sampling ketiga adalah 0,255 kg/m3, T sampling keempat adalah 0,228 kg/m3. T sampling dapat dibandingkan dengan data lubang bor pengaruh dan TDH, sehingga dapat disimpulkan permasalahan apa yang terjadi dalam penggalian kapal keruk dan dapat mengambil tindakan selanjutnya untuk meningkatkan Koefisien Hasil (KH). Berdasarkan hasil dari evaluasi penambangan kapal keruk, maka dapat diketahui daerah Rencana Kerja (RK) yang ekonomis untuk bulan selanjutnya dengan panjang daerah rencana kerja 90 m, lebar daerah rencana kerja 80 m, dan tebal penggalian yang direncanakan 27,5 m.