<mets:mets xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" OBJID="eprint_42727" LABEL="Eprints Item" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-05-24T03:15:54Z"><mets:agent TYPE="ORGANIZATION" ROLE="CUSTODIAN"><mets:name>Repository Universitas Negeri Padang</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_42727_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi dan Rancangan Sistem Ventilasi pada Lubang&#13;
Tambang BMK-35 CV. Bara Mitra Kencana, Tanah&#13;
Kuning, Desa Batu Tanjung, Kota Sawahlunto</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Andi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Asmunandar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pada kegiatan tambang bawah tanah dibutuhkan ventilasi tambang, yang berguna untuk memasukkan udara segar yang dibutuhkan oleh pekerja tambang. Ledakan gas methan pernah terjadi di CV. Bara Mitra Kencana pada hari Rabu, tanggal 29 Maret 2017. Lokasi ledakan tersebut saat ini berdekatan dengan lokasi rencana kemajuan tambang (BMK-35) yang mengikuti arah penyebaran batubara yang memiliki potensi bahaya gas methan, sehingga dibutuhkan rancangan sistem ventilasi yang baik untuk mencegah terjadinya ledakan. Setelah dilakukan evaluasi terdapat perbedaan kuantitas udara masuk dan udara keluar yaitu udara masuk sebesar 6,66 m3/detik dan kuantitas udara keluar sebesar 6,33 m3/detik. Hal tersebut disebabkan oleh robeknya duct pada jalur udara masuk sebanyak 6 titik. Pada kanopi 1 terdapat 3 titik dan kanopi 2 terdapat 3 titik Temperatur udara pada lubang tambang BMK-35 mengalami kenaikan suhu 1°C setiap kemajuan lubang tambang 100 m. Berdasarkan hasil evaluasi, penggunaan fan/blower kapasitas 200 m3/menit dengan sistem hembus menggunakan duct secara sistem continue setiap jarak 100 meter kemajuan tambang bawah tanah. Jumlah unit blower di dalam lubang tambang BMK 35 saat ini digunakan pada kanopi 1 adalah 3 unit dan kanopi 2 adalah 3 unit, yang nantinya jika kemajuan lubang mencapai 500 m akan ditambahkan 1 unit blower dari masing-masing kanopi tersebut. Sementara pada kanopi 2 nantinya blower yang akan digunakan adalah 4 unit. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan jumlah kebutuhan udara sebesar 4,05 m3/detik sedangkan kapasitas ventilasi hembus (fortcing fan) dan ventilasi hisap (exhaust fan) adalah sebesar 12,02 m3/detik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan pemasangan exhaust fan pada kanopi 3 sudah memenuhi kebutuhan udara untuk menunjang kegiatan operasional penambangan. Pemasangan exhaust fan dilakukan juga salah satu cara untuk pengendalian gas- gas tambang agar tidak terakumulasi melebihi nilai ambang batas, sebagaimana salah satu fungsi ventilasi yaitu melarutkan dan membawa keluar dari tambang segala pengotoran dari gas-gas yang ada di dalam tambang hingga tercapai keadaan kandungan gas dalam udara tambang yang memenuhi syarat untuk mencegah terjadinya ledakan gas tambang.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_42727"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_42727_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repository Universitas Negeri Padang the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repository Universitas Negeri Padang does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repository Universitas Negeri Padang is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file OWNERID="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42727/1/final_B1_11_ANDI_ASMUNANDAR_17137119_5651_2018.pdf" ID="eprint_42727_85513_1" SIZE="1034408" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:href="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42727/1/final_B1_11_ANDI_ASMUNANDAR_17137119_5651_2018.pdf" xlink:type="simple"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div ADMID="TMD_eprint_42727" DMDID="DMD_eprint_42727_mods"><mets:fptr FILEID="eprint_42727_document_85513_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>