%A Al Afdil Fadli %I Universitas Negeri Padang %T Analisis Perbandingan Campuran Batubara dengan Serbuk Kayu dalam Memanfaatkan Batubara Kalori Rendah di PT. Atoz Nusantara Mining Nagari Tambang IV Jurai Pasisir Selatan %D 2018 %K batubara, kalori rendah, serbuk kayu, limbah serbuk kayu, bahan bakar. %L repounp42705 %X Batubara merupakan sumber energi yang digunakan sebagai bahan bakar. PT. Atoz Nusantara Mining merupakan perusahaan tambang batubara yang berada di Nagari Tambang IV Jurai Pasisr Selatan. Saat ini kegiatan penambangan batubara kurang efektif karena batubara tersebut bernilai kalori rendah. Batubara kalori rendah tersebut banyak menumpuk di stockpile dan tidak terjual. Untuk dapat dipasarkan, perlu dilakukan peningkatan nilai kalori ataupun pengolahan agar dapat dijual dan dimanfaatkan. Limbah serbuk kayu banyak menimbulkan masalah dalam penangananya dan belum dimanfaatkan dengan optimal. Limbah tersebut dibiarkan membusuk dan dibakar oleh penggergaji atau pengrajin kayu. Penelitian dengan metode ini menggunakan serbuk kayu dengan tujuan agar batubara dengan nilai kalori rendah dicampur dengan serbuk kayu bisa dimanfaatkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada pencampuran batubara dengan serbuk kayu dapat meningkatkan nilai kalori batubara yang mana pada sampel 1 kalori batubara 2186 cal/gr dengan perbandingan 25:75 menjadi 3915 cal/gr. Pada sampel 2 kalori batubara 4298 cal/gr dengan perbandingan 75:25 menjadi 4249 cal/gr. Pada sampel 3 kalori batubara 1757 cal/gr dengan perbandingan 25:75 menjadi 3700 cal/gr. Parameter lain seperti kadar air, kadar abu, zat terbang dan kandungan sulfur juga mengalami perubahan, pada sampel 1 moisture in analysis 6,28% dengan perbandingan 75:25 menjadi 4,32%; ash content 54,68% dengan perbandingan 25:75 menjadi 10,66%; volatile matter 8,50% dengan perbandingan 75:25 menjadi 29,28%; sulfur 0,55% dengan perbandingan 25:75 menjadi 0,16%. Pada sampel 2 moisture in analysis 5,80% dengan perbandingan 75:25 menjadi 4,46%; ash content 37,40% dengan perbandingan 25:75 menjadi 11,33%; volatile matter 6,60% dengan perbandingan 75:25 menjadi 26,79%; sulfur 1,17% dengan perbandingan 25:75 menjadi 0,29%. Pada sampel 3 moisture in analysis 6,02% dengan perbandingan 75:25 menjadi 4,28%; ash content 61,91% dengan perbandingan 25:75 menjadi 15,65%; volatile matter 6,32% dengan perbandingan 75:25 menjadi 30,48%; sulfur 1,17% dengan perbandingan 25:75 menjadi 0,09%.