<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Klasifikasi Massa Batuan dan Potensi&#13;
Longsor pada Area Pit Timur Tambang Terbuka PT. Allied Indo Coal Jaya, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rizki Aldi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Saputra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada lereng area pit timur&#13;
tambang terbuka PT. AIC Jaya, ditemukan lereng batuan yang memiliki banyak&#13;
struktur bidang lemah berupa kekar. Selain itu, geometri lereng dan kegiatan&#13;
peledakan di sekitar area lereng sangat mempengaruhi kondisi kestabilan lereng.&#13;
Sehingga dapat menyebabkan lereng longsor.&#13;
Dari masalah tersebut perlu dianalisis nilai kondisi massa batuan lereng&#13;
menggunakan klasifikasi Rock Mass Rating (RMR). Kemudian dilakukan analisis&#13;
potensi longsor yang terdapat di daerah penelitian menggunakan software dips,&#13;
dan dilanjutkan dengan analisis kestabilan lereng menggunakan software slide 6.0&#13;
dan analisis manual menggunakan metode Hoek &amp; Bray.&#13;
Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai klasifikasi massa&#13;
batuan batuan sebesar 50, artinya batuan termasuk dalam golongan III dengan&#13;
kualitas massa batuan sedang. Dan berdasarkan analisis tipe longsoran&#13;
menggunakan software dips, didapatkan bahwa tipe longsoran lereng adalah&#13;
longsoran bidang dengan persentase 48,28% dan longsoran baji dengan persentase&#13;
37,26%. Kemudian, untuk nilai kestabilan lereng menggunakan software slide 6.0,&#13;
didapatkan nilai kestabilan lereng pada kondisi jenuh sebesar 1,117, kondisi&#13;
setengah jenuh sebesar 1,725, kondisi asli sebesar 2,779 dan kondisi kering&#13;
sebesar 2,749. Sedangkan berdasarkan analisis menggunakan metode Hoek &amp;&#13;
Bray didapatkan nilai kestabilan lereng sebesar 1,789. Dari hasil analisis yang&#13;
telah dilakukan diketahui bahwa tingkat kestabilan lereng berada dalam kondisi&#13;
aman, kecuali pada saat kondisi jenuh, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada&#13;
geometri lereng untuk menjaga agar lereng tetap berada dalam kondisi aman.&#13;
Perbaikan yang direkomendasikan adalah dengan memperkecil sudut kemiringan&#13;
lereng yang awalnya 74º menjadi 66º, sehingga nilai fk lereng jenuh berubah dari&#13;
1,117 menjadi 1,596.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2019-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>