@phdthesis{repounp42662, month = {August}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2019}, title = {Analisis Klasifikasi Massa Batuan dan Potensi Longsor pada Area Pit Timur Tambang Terbuka PT. Allied Indo Coal Jaya, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat}, author = {Saputra, Rizki Aldi}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42662/}, abstract = {Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada lereng area pit timur tambang terbuka PT. AIC Jaya, ditemukan lereng batuan yang memiliki banyak struktur bidang lemah berupa kekar. Selain itu, geometri lereng dan kegiatan peledakan di sekitar area lereng sangat mempengaruhi kondisi kestabilan lereng. Sehingga dapat menyebabkan lereng longsor. Dari masalah tersebut perlu dianalisis nilai kondisi massa batuan lereng menggunakan klasifikasi Rock Mass Rating (RMR). Kemudian dilakukan analisis potensi longsor yang terdapat di daerah penelitian menggunakan software dips, dan dilanjutkan dengan analisis kestabilan lereng menggunakan software slide 6.0 dan analisis manual menggunakan metode Hoek \& Bray. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai klasifikasi massa batuan batuan sebesar 50, artinya batuan termasuk dalam golongan III dengan kualitas massa batuan sedang. Dan berdasarkan analisis tipe longsoran menggunakan software dips, didapatkan bahwa tipe longsoran lereng adalah longsoran bidang dengan persentase 48,28\% dan longsoran baji dengan persentase 37,26\%. Kemudian, untuk nilai kestabilan lereng menggunakan software slide 6.0, didapatkan nilai kestabilan lereng pada kondisi jenuh sebesar 1,117, kondisi setengah jenuh sebesar 1,725, kondisi asli sebesar 2,779 dan kondisi kering sebesar 2,749. Sedangkan berdasarkan analisis menggunakan metode Hoek \& Bray didapatkan nilai kestabilan lereng sebesar 1,789. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa tingkat kestabilan lereng berada dalam kondisi aman, kecuali pada saat kondisi jenuh, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada geometri lereng untuk menjaga agar lereng tetap berada dalam kondisi aman. Perbaikan yang direkomendasikan adalah dengan memperkecil sudut kemiringan lereng yang awalnya 74? menjadi 66?, sehingga nilai fk lereng jenuh berubah dari 1,117 menjadi 1,596.} }