<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Regresi Multivariat Parameter Hambatan Produktivitas Crushing&#13;
Plant Dalam Upaya Peningkatan Target Produksi Tambang Emas PT J&#13;
Resources Bolaang Mongondow Site bakan Sulawesi Utara</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Afrinal</mods:namePart><mods:namePart type="family">Afrinal</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pengolahan material merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam&#13;
kegiatan penambangan. Dalam pengolahan material umumnya adalah mereduksi&#13;
ukuran material/batuan (comminution) dengan mengunakan alat peremuk&#13;
(crusher). Kominusi sebagai langkah pertama yang dapat dilakukan dalam&#13;
pengolahan material bertujuan untuk memecahkan boulder berukuran besar&#13;
menjadi ukuran yang lebih kecil. Proses peremukan harus dilakukan secara&#13;
bertahap karena keterbatasan kemampuan alat untuk mereduksi ukuran material.&#13;
Proses peremukan material dilakukan dari tahap primer (primary crushing), tahap&#13;
sekunder (secondary crushing) sampai tahap tersier (tertiary crushing). Tetapi&#13;
dalam aktualnya dilapangan menunjukan adanya hambatan selama proses kegiatan&#13;
peremukan berlangsung seperti hambatan idle time, delay time dan breakdown&#13;
sehingga target produktivitas crushing plant 250 ton/jam dan jam kerja yang&#13;
direncanakan 10 jam (shift siang) tidak tercapai. Studi kasus penelitian dilakukan&#13;
di area crushing plant PT J Resources Bolaang Mongondow. Data peneliltian ini&#13;
terdiri dari data working time, idle time, delay time, breakdown dan data bucket&#13;
excavator. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai waktu tidak efektif&#13;
masing-masing parameter hambatan, menganalisis nilai jam kerja efektif,&#13;
produktivitas dan produksi yang dapat dicapai sehingga dapat menemukan&#13;
persamaan regresi linier berganda dan mendapatkan nilai parameter hambatan yang&#13;
tepat untuk memenuhi target produktivitas. Dari analisis data yang dilakukan maka&#13;
didapatkan total waktu working time line 1 adalah 32,23 jam, line 2 yaitu 139,30&#13;
jam, line 3 sebesar 154,03 jam dan line 4 yaitu 154,71 jam. Dengan total hambatan&#13;
line 1 untuk masing-masing idle time 253,34 jam, delay time 42,74 jam dan&#13;
breakdown 31,69 jam. Total hambatan line 2 adalah idle time 139,30 jam, delay&#13;
time 75,45 jam dan breakdown 24,55 jam. Total hambatan line 3 yaitu idle time&#13;
55,01 jam, delay time 68,55 jam dan breakdown 82,41 jam. Sedangkan total&#13;
hambatan line 4 dengan idle time sebesar 53,59 jam, delay time 78,04 jam dan&#13;
breakdown 73,66 jam</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>