<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Alat Pengukur Kecepatan&#13;
Roda Gigi dengan Menggunakan Sensor Cahaya</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tirza Ferdian</mods:namePart><mods:namePart type="family">Saputra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pembuatan alat ini, dilihat dari tuntutan perkembangan ilmu dan juga&#13;
teknologi otomotif “memaksa” peserta didik teknik otomotif untuk mempelajari&#13;
tentang Sensor dan Tranduser. Jurusan Teknik Otomotif UNP memasukkan mata&#13;
kuliah sensor dan tranduser pada kurikulum S1 dan D3. Beberapa alat peraga&#13;
tentang sensor dan tranduser yang ada di pasaran cenderung menggunakan&#13;
pendekatan ilmu elektronika. Bagi peserta didik jurusan teknik otomotif&#13;
penggunaan alat peraga semacam itu terkadang kurang efektif karena beberapa&#13;
alat peraga tersebut harus memerlukan pengetahuan awal/dasar tentang ilmu&#13;
elektronika. Alat ini berfungsi untuk mengukur kecepatan putaran roda gigi pada&#13;
motor DC dengan menggunakan sensor optik (cahaya).&#13;
Alat ini bekerja dengan mendeteksi putaran roda gigi dari motor DC yang&#13;
akan menghasilkan signal pulsa dan akan diproses data kecepatan oleh&#13;
Mikrokontroller Arduino UNO menggunakan program arduino uno dan&#13;
memasukan data rumus yang data pembacaannya berupa Rotasi Per Menit (RPM)&#13;
dan akan ditampilkan oleh Display. Display juga menampilkan putaran yang&#13;
diatur dari Mikrokontroler Arduino Uno dengan beberapa jenis putaran yaitu&#13;
sebagai berikut : Jika a) Putaran &lt; 1 RPM = Stop, b) Putaran &lt; dari 1500 RPM =&#13;
Slow, c) Putaran &gt; 1500 RPM = Medium, dan d) Putaran &gt; 2500 RPM = High.&#13;
Hasil pengujian dari alat ini dengan menggunakan dua alat yang telah&#13;
terbukti dan teruji yaitu Osiloskop dan Tachometer. Kemudian membandingkan&#13;
hasil pengujian dari alat yang telah dibuat dengan alat yang teruji. Dari hasil&#13;
pengujian nilai yang didapat dari alat yang dibuat Osiloskop dengan nilai hasil&#13;
rata – rata 2,78 % dan juga hasil dari pengujian alat yang dibuat dengan&#13;
Tachometer dengan nilai hasil rata-rata 2,95 % sehingga mendapatkan nilai rata-&#13;
rata 5,73 % dari keseluruhan hasil pengujian alat yang di buat dengan alat ukur&#13;
yang telah teruji</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TJ Mechanical engineering and machinery</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;D.III Teknik Otomotif FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>