%0 Thesis %9 Diploma/Tugas Akhir %A Afriani, Septia Nindi %A FMIPA UNP, %B D.III Statistika FMIPA UNP %D 2020 %F repounp:42520 %I Universitas Negeri Padang %K Pengangguran, Pemetaan, Analisis Biplot %T Pemetaan Kabupaten/Kota Berdasarkan Tingkat Pengangguran di Provinsi Sumatera Barat Menggunakan Analisis Biplot %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/42520/ %X alah satu tujuan pembangunan nasional adalah meningkatkan kinerja perekonomian agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Sasaran pembangunan nasional yang akan dicapai adalah menurunkan tingkat pengangguran. Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang rentan terhadap pengangguran, oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran. Faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran berbeda disetiap kabupaten/kota, maka perlu dilakukan pemetaan. Analisis yang dapat digunakan untuk memetakan faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Sumatera Barat adalah analisis biplot. Biplot merupakan salah satu teknik analisis multivariat yang dapat memberikan gambaran secara grafik tentang kedekatan antar objek yang diamati, keragaman variabel, korelasi antar variabel serta nilai variabel pada suatu objek dapat digunakan untuk memetakan Kabupaten/Kota berdasarkan tingkat pengangguran di Sumatera Barat. Tampilan biplot memberikan informasi bahwa terdapat empat kelompok daerah yang memiliki faktor pengangguran yang berbeda. Daerah kabupaten merupakan tingkat pengangguran yang tinggi dibandingkan daerah perkotaan. Pengangguran di Kota Padang dipengaruhi oleh rata-rata lama sekolah yang cukup rendah. Daerah yang memiliki tingkat pengangguran tinggi adalah Kab. Kep. Mentawai, Kab. Sijunjung, Kab. Pasaman, Kab. Solok Selatan, dan Kab. Dharmasraya yang dipengaruhi oleh semua faktor penyebab terjadinya pengangguran. Variabel yang paling mempengaruhi ialah laju pertumbuhan penduduk